Selasa, 17 Des 2019 19:59 WIB

Menkominfo Johnny: Kecepatan Internet RI Tahun 2024 Capai 10 Mbps

Agus Tri Haryanto - detikInet
Palapa Ring Timur di wilayah Papua. Foto: Syahdan Alamsyah/detikINET
Jakarta - Berbagai infrastruktur telekomunikasi terus dibangun oleh pemerintah di berbagai daerah. Selain untuk memeratakan akses internet, keberadaan 'tol langit' tersebut untuk memperkecil kesenjangan digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, apabila infrastruktur telekomunikasi yang digarap pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta seperti Palapa Ring (sudah selesai-red), BTS USO, hingga Satelit Republik Indonesia (Satria), maka akan berdampak pada peningkatan kecepatan internet Indonesia.



"Pada tahun 2024 kecepatan internet di wilayah 3T, apalagi wilayah komersial, wilayah perkotaan, internet speed-nya pada level 10 Mbps," ujar Johnny di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

"Dan, kalau seluruh infrastruktur itu bisa dibangun tahun 2035, sebelum satu abad Indonesia, Indonesia boleh mempunyai kekuatan atau kecepatan internetnya 30 Mbps. Ini kerja besar, kerja bersama-sama," sambungnya.

Sebagai informasi, Palapa Ring adalah pembangunan tulang punggung serat optik yang baru saja dirampungkan Oktober kemarin. Proyek nasional ini terbagi dalam tiga segmen, yakni Palapa Ring Paket Barat, Palapa Ring Paket Tengah, dan Palapa Ring Paket Timur.

Sementara itu, BTS USO masih terus disebar melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo dengan memanfaatkan iuran operator seluler berupa USO.

Saat peresmian Palapa Ring, Presiden RI Joko Widodo menjanjikan untuk membangun 4.000 BTS USO. Dalam suatu kesempatan, Direktur Utama Bakti Anang Latief mengatakan, infrastruktur tersebut ditempatkan di daerah NTT, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

"Target utama menyelesaikan 4.000 BTS di 2019 karena sudah ada arahan pak menteri di bulan Oktober ini. Untuk 500 digarap tahun ini, sedangkan 3.500 diselesaikan di tahun 2020," kata Anang.

Sedangkan satelit Satria masih dalam pengerjaan, di mana konsorsium PSN yang terdiri dari empat perusahaan, di antaranya PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT Pasifik Satelit Nusantara, PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara Satelit Sejahtera memenangkan tender yang digelar Kominfo pada April 2019.

Thales Alenia Space ditunjuk untuk merancang satelit pemerintah tersebut. Harapannya, pada akhir 2020 dapat diluncurkan dengan memanfaatkan roket Falcon 9 kepunyaan SpaceX.

Satelit Satria yang berjenis Very High Throughput Satellite (VHTS) dan mengusung lebih dari 150 Gbps ini akan dimanfaatkan pemerintah untuk menyebarkan akses internet ke berbagai wilayah Indonesia, khusus daerah pelosok.

Satria punya peran menghubungkan lebih dari 150 ribu titik di Tanah Air untuk memberikan layanan internet yang dipakai kebutuhan pendidikan, kesehatan, administrasi, pemerintah daerah, pertahanan dan keamanan.



Berbeda dengan Palapa Ring, Satria lebih menyasar daerah-daerah yang tidak bisa dijangkau dengan infrastruktur serat optik di daratan. Sehingga pada akhirnya, Palapa Ring dan Satria akan sinergi dalam meratakan akses internet di Indonesia.

Simak Video "Menkominfo Sebut Netflix Tak Perlu Diblokir tapi..."
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)