Rabu, 27 Nov 2019 06:36 WIB

Pejabat Jerman dan Amerika Bertengkar soal Huawei

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kantor Huawei. Foto: Reuters Kantor Huawei. Foto: Reuters
Berlin - Amerika Serikat giat mengkampanyekan supaya negara sekutu tidak memakai jaringan 5G besutan Huawei lantaran dituding rentan jadi sarana pengintaian China. Tak semua mematuhinya, bahkan menimbulkan pula pertengkaran.

Di Jerman, kanselir Angela Merkel sejauh ini masih menolak memblokir Huawei untuk proyek 5G, meski tekanan datang bukan hanya dari AS, tapi juga partainya sendiri. Salah satu pendukungnya adalah Menteri Perekonomian, Peter Altmaier.

Peter memicu pertengkaran dengan AS lantaran menyebut tidak hanya China, AS juga kadang menyadap negara lain. Jika Huawei disebut harus menyerahkan data jika diminta pemerintah China, perusahaan AS juga berlaku demikian.


"Amerika juga mensyaratkan perusahaan-perusahaan mereka untuk menyediakan informasi tertentu yang dibutuhkan untuk memerangi terorisme," cetusnya, dikutip detikINET dari South China Morning Post.

Ia menambahkan, Jerman tidak memboikot produk Amerika meski di tahun 2015, NSA kepergok menyadap ponsel Merkel. "Kalian (jurnalis-red) dulu menginvestigasi betapa tidak dapat diandalkan dan tidak dapat dipercaya pemerintah AS," sebutnya dalam sebuah acara televisi.

Pernyataan itu membuat berang Duta Besar AS untuk Jerman, Richard Grenell. Ia mengingatkan pengorbanan AS dalam menjaga keamanan Jerman. "Tidak ada kesamaan moral antara China dan AS dan siapapun yang menganggap begitu mengabaikan sejarah," cetusnya.

"Pernyataan pejabat tinggi Jerman itu bahwa AS dibandingkan dengan Partai Komunis China adalah penghinaan terhadap ribuan tentara AS yang berkontribusi pada keamanan Jerman," sergahnya.



Simak Video "Alami Kendala Usai Diblokir Amerika, Huawei Coba Berinovasi"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)