Minggu, 13 Okt 2019 22:04 WIB

'Tol Langit' Bakal Lewati Ibu Kota Baru, Bakti?

Adi Fida Rahman - detikInet
Ilustrasi Palapa Ring. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Ilustrasi Palapa Ring. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Sorong - Jalur 'tol langit' Palapa Ring sudah ditetapkan jauh sebelum rencana ibu kota baru diumumkan. Apakah Badan Aksebilitas Telekomunikasi Indonesia (Bakti) akan menambah jalur baru di saat Palapa Ring sudah kelar dibangun?

Feriandi Miza, Kepala Divisi Infastruktur Backbone Bakti mengatakan, Palapa Ring diibaratkan jalan tol. Begitu keluar dari pintu tol, untuk sampai ke rumah atau kantor, akan melewati jalur lagi. Nah, jalur ini tidak masuk dalam cakupan Palapa Ring.

Pun begitu, setelah Palapa Ring rampung dan beroperasional, Bakti berencana mengoptimalkannya dengan membangun jaringan-jaringan di jalur tadi atau disebut fishbone network.



"Jadi, bisa menghubungkan Palapa Ring sampai titik jaringan aksesnya," kata Feriandi.

Terkait penambahan jalur di Kalimantan, sudah ada rencana Bakti. Namun, untuk Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara yang akan menjadi ibu kota baru negara ini, pria yang kerap disapa Andi ini belum bisa menjawabnya.

Kendati begitu, dia mengatakan ada rencana pemerintah untuk membangun backbone broadband di sana. Saat ini, di Kalimantan sendiri, sudah ada backbone internet milik Telkom. Backbone tersebut menggunakan jalur laut menghubungkan kota-kota yang ada di pinggiran.

'Tol Langit' Bakal Lewati Ibu Kota Baru, Bakti?Foto: Istimewa


"Balikpapan sudah ada, Penajam sudah ada, Tarakan sudah ada, Nunukan sudah ada," sebut Andi.

"Backbone yang belum ada di kota/kabupaten melalui tengah-tengah dan daerah perbatasan Indonesia - Malaysia. Kami sudah punya rencana membangun tapi mulainya kapan, berapa panjangnya, berapa investasi, belum ditentukan," tambah pria berkacamata itu.

Adapun tujuan dibangunnya jaringan sepanjang perbatasan dengan Malaysia dikarenakan belum ada sama sekali backbone broadband di sana. Padahal amat penting, selain pemerataan akses, perlunya memagari daerah perbatasan dengan sinyal internet yang kuat.



Meski saat ini belum bisa bicara banyak, Bakti sudah menganalisa tantangan yang harus mereka hadapi, ketika membangun jalur backbone di wilayah tersebut.

"Daerah di sana banyak rawa-rawa, sehingga proses membangunnya ada kesulitan tersendiri, tidak seperti di darat," terang Andi.

"Tanahnya tidak stabil, sementara teknisnya kan kami gali, tanam dan tutup kembali. Jadi, kalau rawa perlu treatment sendiri," pungkasnya.

Simak Video "Huawei Mate 30 Pro Hadir dengan 4 Kamera Belakang"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)