Kamis, 03 Okt 2019 20:25 WIB

Startup Tanda Tangan Digital Disuntik Dana Segar Telkomsel

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Telkomsel Foto: Telkomsel
Jakarta - Telkomsel melalui anak usahanya, Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) mengumumkan pendanaan perpanjangan Seri A untuk Privy Identitas Digital alias PrivyID, sebuah startup tanda tangan digital.

CEO TMI Andi Kristianto menjelaskan, teknologi application program interface (API) dan workflow produk PrivyID menghadirkan proses operasional yang dinilai efektif dan efisien bagi penggunanya. Layanan PrivyID kini dalam posisi untuk tumbuh secara signifikan, yang sekaligus tentunya mengakselerasi inklusi keuangan.

"Kolaborasi PrivyID dengan produk, aset dan sumber daya dari Telkomsel, akan menghadirkan banyak pengembangan inovasi menarik di bidang ini dalam beberapa tahun ke depan," ungkap dia.



CEO PrivyID Marshall Pribadi yang masuk ke dalam daftar Forbes Asia 30 Under 30 menjelaskan bahwa PrivyID kini telah digunakan lebih dari 4,5 juta orang dan lebih dari 200 institusi, termasuk Telkom Group, BRI, Mandiri, Investree, BCA Finance dan Adira Finance.

Marshall lebih lanjut menjelaskan, sejak awal berkembangnya PrivyID, Telkom Group telah memegang peranan yang sangat penting. Selain mendapatkan fondasi pengetahuan yang esensial, kami juga memperoleh jejaring koneksi yang sangat dibutuhkan untuk mendapatkan pijakan di industri.

"Dengan kerja sama bersama Telkomsel, kami semakin optimis dalam menjalankan misi mewujudkan inklusi keuangan dan membuka kunci potensi ekonomi digital di Indonesia," ucapnya.



PrivyID yang merupakan startup teknologi regulasi yang memberikan solusi digital untuk memudahkan verifikasi calon konsumen (customer onboarding journey). Didirikan pada 2016, PrivyID tersertifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk menerima pendaftaran, memverifikasi, menerbitkan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik untuk publik.

Dengan prinsip selalu mengedepankan prioritas privasi pengguna dalam penyediaan layanan identitas digital, PrivyID memiliki sertifikasi ISO 27001:2013 yang merupakan standar tertinggi dalam manajemen keamanan informasi. PrivyID telah memfasilitasi beberapa lembaga keuangan terkemuka untuk proses akuisisi konsumen berbasis digital.



Selain itu, Privy ID juga menggunakan berbagai jenis teknologi terkini, seperti pengecekan dokumen berbasis AI, pendeteksi karakter kehidupan (livenes detection), pengenalan wajah (facial recognition), infrastruktur enkripsi dan jalur otentifikasi terintegrasi (smart authentication gateway).

Dengan tingkat penetrasi pengguna mobile yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penetrasi perbankan, pendanaan TMI untuk PrivyID merupakan langkah awal dalam membangun platform yang dapat mengubah pasar layanan verifikasi identitas, dengan menghadirkan sarana yang efektif dan terintegrasi bagi konsumen.

Dengan mengutamakan keamanan, layanan ini mengidentifikasi pengguna melalui algoritma penilaian kredit yang dikombinasikan dengan metode lain seperti tanda tangan digital dan kartu identitas terverifikasi, untuk memproses pengguna hanya dalam hitungan menit. Hasil dari integrasi produk ini membuka peluang untuk mengakselerasi inklusi keuangan di Indonesia.



Simak Video "Menkominfo Sebut Startup Pendidikan Sebagai Calon Kuat ''The Next Unicorn''"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)