Jumat, 20 Sep 2019 14:13 WIB

Mengenal Sibina, Penangkis Ponsel BM Andalan Kemenperin

Agus Tri Haryanto - detikInet
Halaman 1 dari 2
Foto: Unspslah Foto: Unspslah
Jakarta - Dalam penerapan aturan International Mobile Equipment Identity (IMEI), database Sistem Informasi Basis Data IMEI Nasional (Sibina) akan berperan penting untuk mengidentifikasi ponsel BM atau black market. Apa kabarnya Sibina?

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang mengoperasikan Sibina mengatakan kesiapan sistem database tersebut dari sisi infrastruktur. Soal sisi teknisnya tinggal menunggu regulasi.

"Sistem Sibina sudah on dan sudah siap digunakan. Tinggal menunggu teknis regulasi," ungkap Janu Suryanto, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kemenperin di Jakarta, Jumat (20/9/2019).


Diketahui, Sibina merupakan bantuan cuma-cuma dari Qualcomm. Sebelumnya perusahaan yang bermarkas di San Diego, AS itu menamainya sebagai Device Identification, Registration, and Blocking System (DIRBS).

Kemenperin sendiri terhitung dari tahun 2012 hingga sekarang memiliki 1,6 miliar nomor IMEI dari perangkat ponsel dan tablet. Nomor-nomor tersebut tentunya didaftarkan terlebih dahulu oleh importir atau produsen smartphone yang ada di Indonesia.

(ke halaman selanjutnya) (fyk/fay)