Kamis, 29 Agu 2019 14:09 WIB

32,2% Penduduk Kaltim Belum Tersentuh Internet

Agus Tri Haryanto - detikInet
32,2% Penduduk Kaltim Belum Tersentuh Internet. (Foto: Axel Schmidt/Getty Images) 32,2% Penduduk Kaltim Belum Tersentuh Internet. (Foto: Axel Schmidt/Getty Images)
Jakarta - Dilihat dari jumlah penduduk, pengguna internet di Kalimantan Timur rupanya masih rendah. Masih banyak warga Kaltim yang belum bersentuhan dengan dunia maya.

Kecenderungan ini terlihat dari hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2018. Masih banyak penduduk Kalimantan belum tersentuh internet. Kalimantan Timur, yang dua kabupaten di provinsinya akan jadi lokasi ibu kota negara, ada di posisi dua dari bawah.




APJII memaparkan bahwa penetrasi pengguna internet di Kalimantan Barat berada di posisi pertama yang jumlah pengguna internetnya itu 80% dari jumlah penduduk. Lalu, Kalimanten Selatan ada 76,4% dan Kalimantan Tengah 70%.

Sedangkan Kalimantan Timur penetrasi pengguna internetnya 67,8% jumlah penduduk di sana sedangkan 32,2% dinyatakan bukan pengguna internet. Di urutan bontot ada Kalimantan Utara dengan penetrasi pengguna internet 60%.


32,2% Penduduk Kaltim Belum Tersentuh InternetFoto: APJII


Sebagai perbandingan, DKI Jakarta disebut APJII memiliki penetrasi internet 80,4% walaupun 19,6% penduduknya bukan pengguna internet. Pulau Jawa sendiri masih mendominasi kontribusi pengguna internet dengan 55%, diikuti Sumatera (21%), Sulawesi-Maluku-Papua 10%, Kalimantan 9%, dan Bali-Nusa Tenggara 5%.

Lebih rinci lagi khusus untuk area Kalimantan, APJII menyebutkan kontribusi pengguna internet paling banyak ada di Kalimantan Barat 2,1%. Setelah itu diikuti Kalimantan Timur 1,6% disusul Kalimantan Selatan 1,5%, Kalimantan Tengah 0,9%, dan Kalimantan Utara 0,3%.


32,2% Penduduk Kaltim Belum Tersentuh InternetFoto: APJII


Terkait kabar pengumuman pemindahan ibu kota negara Indonesia yang nantinya akan ditempatkan di yang berlokasi di Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kecamatan Sepaku Semoi Kabupaten Penajam Paser Utara, Ketua Umum APJII Jamalul Izza mengatakan bahwa butuh peningkatan lagi untuk ketersediaan jaringan di Kaltim.

"Untuk ketersediaan jaringan di Kaltim bisa kita lihat dari hasil survei APJII sudah bagus dan perlu peningkatan lebih lagi kalua menjadi ibu kota negara," ungkapnya saat dihubungi detikINET.

Lebih lanjut lagi, kata Jamal, terkait penetrasi pengguna internet itu tergantung dengan ketersediaan infrastruktur di wilayah tersebut.




"Sebenarnya penetrasi internet tergantung dengan kesediaan infrastruktur, bisa juga nanti perpindahan ibu kota ini sebagai salah satu pemicunya karena secara pelan pelan infrastruktur di sana terus dibangun," tuturnya.

APJII sendiri, beserta para penyelenggara jasa internet selaku anggota, siap membantu pemerintah dalam mempersiapkan semua infrastruktur internet yang dibutuhkan. "Kita akan mengajak anggota anggota APJII terutama anggota-anggota APJII yang juga memiliki jaringan untuk membangun infrastruktur di sana."



Simak Video "Untung Rugi Kaltim Jadi Ibu Kota Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/krs)