Kamis, 15 Agu 2019 13:12 WIB

5G Baru Mau Datang, Jaringan 6G Sudah Dipersiapkan

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Ilustrasi. Foto: Unspslah Ilustrasi. Foto: Unspslah
Jakarta - Meski jaringan 5G baru tersedia di beberapa negara, Huawei sudah memulai risetnya untuk solusi jaringan generasi ke-6, alias 6G, di laboratoriumnya di Ottawa, Kanada.

Berdasarkan laporan, Huawei bekerja sama dengan lebih dari 13 universitas dan lembaga riset untuk mengembangkan jaringan 6G, termasuk penggunaannya. Meski begitu, Huawei sendiri meyakini kalau teknologi 6G baru bisa dikomersialkan setelah 2030.

Huawei Labs di Ottawa ini memang dikenal sebagai pusat riset kelas atas, dan pendiri Huawei Ren Zhengfei mengaku kalau investasi perusahaan asal China itu di Kanada nilainya mencapai miliaran dolar.


Pada awal 2019 ada juga kabar dari Samsung yang sudah memulai risetnya untuk 6G di Seoul, Korea Selatan. Maka kabar Huawei melakukan riset 6G ini pun terbilang tak aneh, karena tentu mereka tak ingin kalah start dibanding perusahaan lain untuk mengembangkan jaringan terbaru tersebut.

Lalu ada juga Nokia, Ericsson, dan SK Telecom yang pada Juni lalu mengumumkan kerja samanya. Tujuannya untuk menyelesaikan memorandum untuk pengembangan 6G.

Sejauh ini memang belum ada standar yang pasti untuk jaringan 6G, dan riset yang dilakukan oleh Huawei dan Samsung itu pun diperkirakan masih berada di tahap yang sangat awal, dan hasil risetnya pun diduga lebih bersifat teoritis, bukan praktis.

Sebagai informasi, Huawei sudah mulai berinvestasi untuk teknologi 5G sejak 2009, dan saat itu mereka menggelontorkan USD 600 juta untuk keperluan penelitian standar dan teknologi 5G.

Kemudian pada 2016 mereka menyetor USD 1,4 miliar lagi untuk keperluan yang sama, yang artinya secara total mereka sudah mengeluarkan USD 2 miliar untuk keperluan penelitian 5G.



Simak Video "Nggak Cuma Boyong Teknologi, Huawei Juga Transfer Ilmu Soal 5G"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)