Jumat, 21 Jun 2019 16:05 WIB

Bukti Huawei Masih Bertaji Garap 5G

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Huawei boleh saja digencet terus bisnisnya oleh Amerika Serikat, dengan pembatasan arus perdagangan perusahaan-perusahaan asal Negeri Paman Sam ke vendor asal China itu. Tetapi hal ini tak menghentikan geliat korporasi yang berkantor pusat di Shenzen itu.

Soal 5G, contohnya. Huawei masih dipercaya oleh sejumlah negara terlepas dari imbauan Amerika Serikat yang menyatakan bahwa teknologi dari mereka berpotensi menjadi alat mata-mata Negeri Tirai Bambu.

Satu yang terbaru, Filipina, melalui salah satu operator terbesarnya, Globe Telecom, menggandeng Huawei untuk menggulirkan layanan 5G di sana. Sebelumnya pun, perusahaan yang didirikan di Manila itu meyakini isu keamanan yang diarahkan kepada Huawei berlebihan.




"Huawei tetap merupakan mitra yang penting," kata juru bicara Globe Telecom, Maria Yolanda Crisanto, suatu waktu.

Provider asal Filipina lainnya, Philippine Long Distance Telephone (PLDT) Telecom, juga dilaporkan sudah menjalin kesepakatan dengan Huawei untuk menggunakan infrastruktur jaringan 5G dari vendor asal China itu. Hanya tinggal menunggu waktu sampai PLDT Telecom ikut menggulirkan layanan tersebut ke publik.

Kemudian, pekan lalu, Vodafone Spanyol meluncurkan layanan 5G komersial di 15 kota di Negeri Matador hasil kerja samanya dengan Huawei. Ia menjadi negara keempat di Benua Biru yang menggulirkan teknologi jaringan generasi kelima itu ke publik setelah Swiss, Britania Raya, dan Italia.

Khusus di Britania Raya, pada Mei lalu, operator bernama Everything Everywere (EE) meluncurkan layanan 5G miliknya di enam kota di kawasan terssebut. Lagi-lagi, Huawei jadi penyedia infrastruktur di balik layanan itu.

Selain itu, berdasarkan situs resmi Huawei, Viva Bahrain juga sudah meluncurkan demo layanan 5G beberapa waktu lalu, sekaligus yang pertama di Bahrain, hasil kerja sama dengan Huawei. Kecepatannya tak tanggung-tanggung, bisa menyentuh 1,5Gbps.




Satu yang menarik, hubungan negara-negara di atas bisa dibilang dekat dengan Amerika Serikat. Filipina, bisa dibilang merupakan salah satu sekutu tertua dari Negeri Paman Sam di Asia. Sedangkan Britania Raya bahkan salah satu sekutu terdekat Amerika Serikat.

Di luar itu, Huawei juga sudah menjalin kerja sama dengan negara-negara lain dalam membangun jaringan 5G di sana. Salah satunya adalah Rusia. Huawei telah menandatangani kerjasama dengan MTS, operator telekomunikasi terbesar di negara yang dipimpin Vladimir Putin itu, untuk mengembangkan dan meluncurkan fase uji coba 5G pada 2019 dan 2020.

Lebih lanjut, nama-nama seperti China Mobile (China), Deutsche Telekom (Jerman), dan SingTel (Singapura) diketahui sudah menjalin kerja sama dengan Huawei dalam beberapa tahun terakhir. Bukan tidak mungkin, perusahaan yang berkantor pusat di Shenzen itu juga bakal menggarap 5G di sana.

Di Indonesia sendiri, Huawei juga diketahui menjalin kerja sama dengan sejumlah operator. Berdasarkan situs resminya, produsen ponsel terbesar kedua di dunia ini telah meneken kontrak dengan XL Axiata untuk membangun "transport network" berorientasi jaringan 5G. Selain itu, Telkomsel juga sempat dikabarkan pernah melakukan uji coba teknologi 5G dengan Huawei.





Tonton video Huawei yang Masih PD Meski Terancam Dijegal ARM:

[Gambas:Video 20detik]



Bukti Huawei Masih Bertaji Garap 5G
(mon/krs)