Kamis, 20 Jun 2019 18:44 WIB

Apakah Perang Dagang China-AS Pengaruhi Operator Seluler RI?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Ilustrasi. Foto: GettyImages Ilustrasi. Foto: GettyImages
Jakarta - Polemik perang dagang antara China dan Amerika Serikat (AS) kian hari terus meruncing. Tetapi sejauh ini situasi tersebut belum mempengaruhi Indonesia, khususnya operator seluler.

Begitu setidaknya yang dikatakan Telkomsel. Operator seluler terbesar di Indonesia ini akan mengikuti apa yang ditetapkan oleh pemerintah menyikapi perang dagang kedua negara besar tersebut di kancah internasional.

"Saat ini belum (pengaruhnya). Dari sisi pemerintah juga belum ada sikap terhadap perang dagang (antara China-AS). Kalau ada sikap, mungkin salah satu vendor yang bermasalah itu pasti sudah keluar, betul nggak?" tutur Manager Media Relation Telkomsel Singue Kilatmaka di Jakarta, Kamis (20/6/2019).




"Jadi, sampai sekarang selama regulasi pemerintah memperbolehkan vendor A itu beroperasi di sini dan memenuhi kebutuhan regulasi yang ada, seperti spesifikasi produk dan memenuhi kebutuhan kami (operator seluler), ya kita pakai saja sampai saat ini terkait perang dagang ini," sambungnya.

Jikapun pemerintah telah menentukan sikap, Telkomsel pun akan mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan.

"Intinya kita ikuti pemerintah. Kalau pemerintah 'oh, ini nggak boleh' atau 'kalau aman, ya sudah', seperti business as usual. Kalau mau jadi mitra kami, ya dia ikut aturan, speknya sesuaikan," ungkap Singue.

Seperti diketahui, Pemerintah AS memberlakukan Huawei sebagai perusahaan yang masuk ke dalam daftar hitam alias blacklist. Dampaknya, perusahaan teknologi asal negeri Paman Sam, seperti Google, Qualcomm, hingga Intel melakukan pembatasan sampai dilarang membeli komponen dari perusahaan asal China itu.



China pun membalas. Salah satunya dengan ancaman membatasi ekspor logam "tanah jarang" sebagai senjata. China punya enam perusahaan rare earth yakni China Minmetals Rare Earth Co, Chinalco Rare Earth & Metals Co, Guangdong Rising Nonferrous, China Northern Rare Earth Group, China Southern Rare Earth Group, dan Xiamen Tungsten.

"Tanah jarang" atau rare earth adalah sebutan untuk kelompok 17 elemen kimia yang sangat penting dan dipakai di produk elektronik sampai peralatan militer. China merupakan produsen mayoritas dan mengekspornya ke Amerika Serikat.


(fyk/krs)