Senin, 10 Jun 2019 21:40 WIB

Korea Selatan Sudah Punya Nyaris Sejuta Pengguna 5G

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Miguel Benitez/Getty Images Foto: Miguel Benitez/Getty Images
Jakarta - Korea Selatan merupakan salah satu negara pertama di dunia yang menggulirkan jaringan 5G komersial untuk publik. Tiga operator besar di Korea Selatan - SK Telecom, KT dan LG Uplus - pertama kali memperkenalkan 5G komersial pada tanggal 5 April lalu.

Rupanya jaringan generasi kelima ini pun sudah sangat populer di Negeri Ginseng. Dilansir detikINET dari Gizmochina, Senin (10/6/2019), saat ini jumlah pengguna layanan 5G di Korea Selatan hampir mencapai satu juta.




Pesatnya adopsi 5G oleh konsumen Korea Selatan ternyata didorong oleh permintaan yang tinggi terhadap gadget 5G terbaru dan juga promosi yang agresif.

Pada tengah pekan lalu, jumlah pengguna 5G di Korea Selatan mencapai 800.000 pelanggan. Angka ini sudah meningkat menjadi 900.000 pelanggan di akhir pekan dan diperkirakan akan mencapai lebih dari 1 juta pada pekan ini.

Sebagai perbandingan, beberapa minggu setelah diluncurkan jumlah pengguna 5G di Korea Selatan sebesar 271.000 pelanggan. Pada bulan Mei 2019, jumlah ini meningkat menjadi 778.000 pelanggan.

Walau demikian, masih banyak pengguna yang mengeluhkan masalah cakupan dan kecepatan jaringan 5G yang ditawarkan. Tapi, keluhan ini dimaklumi karena saat ini operasi 5G masih dalam tahap awal dan operator masih berupaya membangun base station serta memperbarui software untuk meningkatkan efisiensi jaringan.




Paket internet 5G di Korea Selatan yang ditawarkan oleh operator SK Telecom, KT dan LG Uplus dibanderol dengan harga mulai dari 55.000 Won (Rp 660 ribu). Dengan membayar harga tersebut pengguna SK Telecom dan KT bisa mendapat kuota data sebesar 8GB, sedangkan pengguna LG Uplus bisa mendapatkan kuota data sebesar 9GB.

Jika ingin lebih banyak kuota data tentu harus siap merogoh kocek lebih dalam. Misalnya untuk kuota data 150GB dari SK Telecom dan LG Uplus, pengguna harus membayar 75.000 Won atau sekitar Rp 900 ribu.


(vim/vim)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed