Rabu, 08 Mei 2019 20:26 WIB

Di Indonesia, Jakarta Bukan Kota dengan Internet Paling Ngebut

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta - Dengan infrastruktur yang lengkap, Jakarta boleh jadi diduga punya kecepatan broadband seluler tercepat. Tapi nyatanya bukan. Malah kota-kota yang kita tidak sangka sebelumnya.

Hal tersebut terungkap dalam laporan OpenSignal terbaru. Mereka menganalisis kecepatan rata-rata broadband seluler di 44 kota besar di Indonesia.




Hasilnya cukup mengagetkan karena kota-kota di pelosok Tanah Air malah punya koneksi yang cepat. Kecepatannya jauh dibandingkan kota-kota di pulau Jawa.

Di urutan teratas kota dengan kecepatan download tercepat adalah kota Sorong di Papua Barat. Di sana kecepatan pengunduhan mencapai 12 Mbps.

Di peringkat kedua ada kota Gorontalo dengan kecepatan download 11,9 Mbps. Diikuti kota Ambon di peringkat ke tiga dengan kecepatan 10 Mbps.

Bicara pulau Jawa, Malang menjadi kota dengan kecepatan broadband seluler tercepat. Kota ini berada di urutan ke-14 dengan kecepatan download 8,9 Mbps. Diikuti kota Bandung 8,9 Mbps dan Surabaya 8,6 Mbps.

Bukan di Jakarta, Internet Ngebut Ada di Kota IniFoto: OpenSignal

Bicara upload, Pekanbaru menjadi yang paling ngebut dengan kecepatan 5,9 Mbps. Diikuti Medan dengan kecepatan upload 5,5 Mbps dan kota Mataram dengan kecepatan 5,3 Mbps.

Yogyakarta menjadi kota tercepat dalam upload di pulau Jawa. Berada di peringkat ke-18 dengan kecepatan 4,1 Mbps. Diikuti Malang dengan kecepatan 3,9 Mbps dan Surabaya 3,9 Mbps.
Bukan di Jakarta, Internet Ngebut Ada di Kota IniFoto: OpenSignal

Lantas yang jadi pertanyaan kenapa pengalaman kecepatan pelanggan seluler makin baik ketika kita menjauh dari pulau Jawa? Menurut OpenSignal ini bukan karena Jawa memiliki jaringan yang lebih lemah atau kurang canggih, melainkan justru sebaliknya.

Kemungkinan besar yang terjadi adalah dinamika terkait persaingan dan permintaan. Permintaan memegang peran penting dalam kecepatan pengalaman pelanggan sehari-hari. Makin banyak pengguna yang terhubung ke suatu jaringan, maka kapasitasnya akan tersebar dan bisa menyebabkan penurunan kecepatan rata-rata.




Meskipun operator cenderung memusatkan peningkatan jaringan dan kapasitas mereka di kota-kota besar, namun sering kali peningkatan tersebut tidak mampu mengimbangi permintaan data seluler dari penduduk kota yang padat dan menyukai teknologi.

"Mungkin kami terdengar seperti mengusik pulau Jawa, tetapi hal ini karena mayoritas populasi Indonesia berada di pulau ini, sehingga Jawa memiliki tingkat permintaan tertinggi. Jika memperluas analisis ke semua kota-kota terbesar di Indonesia, kita akan melihat tren yang serupa. Batam, Bandar Lampung, Makassar, dan Palembang berada di luar kelompok 10 teratas dalam peringkat Pengalaman Kecepatan Unduhan dan Unggahan kami," tulis OpenSignal dalam keterangan resminya.


(afr/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed