Konten Esek-Esek Merambah Ponsel
- detikInet
Jakarta -
Ponsel kini makin beragam saja layanannya. Mulai dari musik, layanan kirim dan terima e-mail, bisa ngambil gambar, dan lain-lain. Eits, ada yang baru. Konten esek-esek...Bagaimana tidak dilirik industri pornografi alias esek-esek kalau teknologi visual ponsel kini sudah makin canggih saja. Semisal dengan adanya kemampuan mengirimkan rekaman video dari internet. Belum lagi layar ponsel yang kian lebar dan tampilan warna yang makin terang. Jelas saja menguntungkan buat si produsen konten porno!Dalam beberapa bulan terakhir, prospek terkait telah membuat sejumlah kalangan wiraswasta Amerika Serikat untuk mulai menjajal bisnis konten porno untuk ponsel. Pasalnya di Eropa saja konsumennya sudah mengeluarkan lebih dari puluhan juta dolar per tahun untuk pornografi via ponsel."Ponsel kini punya komponen-komponen yang terbukti kondusif untuk pengkonsumsian konten dewasa. Misalnya dari segi privacy, akses mudah, dan yang paling penting dari segalanya adalah mobilitas!" papar Roger Entner, analis industri nirkabel dari Ovum, sebuah perusahaan riset pasar seperti dilansir MercuryNews yang dikutip detikinet Selasa (20/9/2005).Hal ini tentu saja menjadi dilema tersendiri di kalangan operator ponsel. Di satu sisi menawarkan konten pornografi akan menyalahi aturan yang ditetapkan pemerintah. Sementara di sisi lain malah justru menambah pendapatan hingga jutaan dolar.Pada saat sekarang, pornografi lewat ponsel di Amerika Serikat bisa dibilang belum apa-apa. Tetapui perdagangan lewat ponsel sedang naik daun, dengan penjualan nada dering mencapai angka US$ 453 juta (US$ 1= Rp 10.165 sumber: xe.com) tahun ini.Dan menurut Yankee Group, perusahaan riset lain, memprediksi tahun 2009 penjualan konten pornografi lewat ponsel akan mencapai angka US$ 196 juta.Kenyataan bahwa konten pornografi semakin mudah diakses lewat ponsel telah membuat sejumlah organisasi perlindungan anak ketar-ketir. Mereka menyatakan kekhawatiran mereka akan dampak perluasan daya akses konten 'asusila' ini terhadap anak-anak."Komisi Komunikasi Federal anggap hal ini serius! Karean materi 'tak pantas' itu bisa saja menghinggapi ponsel yang dipegang anak-anak," ujar David Fiske, salah seorang anggota Federal Communication Commission Amerika Serikat.Lebih lanjut, Fiske tidak bersedia menyebutkan langkah apa yang akan dia tempuh untuk menanggapi masalah ini. Sementara itu, Harvey Kaplan, Direktur Operator Ponsel xobile.com, Charlotte, N.C., mengatakan kehausan konsumen akan konten berbau seks sedianya akan mendongkrak popularitas ponsel berkemampuan internet.
(ien/)