Senin, 18 Feb 2019 13:55 WIB

Mengenal Palapa Ring yang Disebut-sebut di Debat Pilpres 2019

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Palapa Ring turut disebut-sebut dalam Debat Pilpres 2019. (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET) Palapa Ring turut disebut-sebut dalam Debat Pilpres 2019. (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta - Nama Palapa Ring mencuat ke permukaan setelah disebut-sebut oleh calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dalam Debat Pilpres 2019, Minggu (17/2/2018) malam WIB.

Palapa Ring adalah proyek pembangunan jaringan serat optik yang mengitari tujuh pulau, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa tenggara, Sulawei, Maluku, dan Papua. Cikal bakalnya adalah Nusantara 21, yang merupakan proyek awal pemerintah pada 1998, yang kemudian mandek karena krisis ekonomi.

Pada Januari 2005, wacana pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini kembali naik ke permukaan. Awalnya proyek ini diberi nama Palapa O2 Ring, namun karena mirip dengan merek dagang salah satu produk, namanya diubah menjadi Palapa Ring.

Namun proyek Palapa Ring ini sempat mangkrak cukup lama karena masalah pendanaan, yang menyebabkan megaproyek ini membutuhkan penambahan anggota konsorsium baru. Sampai pada 2015 saat pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika memulai kembali tender proyek Palapa Ring.




Palapa Ring sendiri terbagi menjadi tiga paket, yaitu paket barat, tengah, dan timur. Paket barat mencakup Riau dan Kepulauan Riau dengan panjang kabel sekitar 2.000 km. Sementara paket tengah menjangkau Kalimantan, Sulawei, dan Maluku utara dengan panjang kabel sekitar 2.700 km.

Namun yang paling berat adalah paket timur karena panjang kabel serat optik mencapai 8.500 km, juga medan yang harus dilalui terbilang sulit. Yaitu Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, Papua.

Paket barat dan tengah saat ini sudah rampung digarap. Sementara paket timur dijadwalkan akan selesai pada kuartal kedua 2019, dan Palapa Ring secara keseluruhan diharapkan akan selesai pada pertengahan 2019.




Proyek Palapa Ring merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksana Proyek Strategis Nasional.

Proyek tersebut dilaksanakan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menggunakan dana Universal Service Obligation (USO) yang dipungut 1,25% pendapatan kotor operator telekomunikasi.

Palapa Ring adalah proyek pembangunan tulang punggung serat optik di seluruh Indonesia, khususnya daerah pelosok (3T, terdepan, terluar dan tertinggal) yang di mana operator seluler enggan untuk membangunnya karena tak menguntungkan secara bisnis.




(asj/krs)