Kamis, 07 Feb 2019 16:03 WIB

Kabel Internet Australia dan Asia Tenggara Rampung Tersambung

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Defense.gov Foto: Defense.gov
Jakarta - Pembangunan sistem kabel laut Indigo yang menghubungkan Australia dan Asia Tenggara rampung. Ini ditandai kelarnya penyambungan akhir kabel Indigo Barat dan Central.

Indigo merupakan proyek konsorsium antara Indosat Ooredoo, AARNet, Google, Singtel, SubPartners, dan Telstra yang bekerjasama dengan Alcatel Submarine Networks (ASN). Mereka membangun sistem kabel yang menghubungkan Singapura, Perth, dan Sydney, dengan dua pasangan serat tambahan yang menghubungkan Singapura dan Jakarta melalui unit percabangan.




Sistem kabel ini sendiri terdiri dari kabel bawah laut Singapura ke Perth (Indigo West) sepanjang 4.600km dan kabel bawah laut 4.600km Perth ke Sydney (Indigo Central). Dengan keduanya terhubung, proses pengujian transmisi akan segera dimulai. Ditargetkan siap dipakai sebelum pertengahan 2019.

Sistem kabel sepanjang 9.200 km akan memperkuat hubungan antara Australia dan pasar Asia Tenggara, memberikan latensi yang lebih rendah. Menggunakan teknologi optik yang koheren saat ini, dua pasangan serat kabel akan dapat mendukung hingga 36 terabit per detik, setara dengan streaming jutaan film per detik secara bersamaan.

Sistem kabel Indigo akan menggunakan teknologi berbagi spektrum sehingga setiap anggota konsorsium akan memiliki kemampuan untuk secara mandiri memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kebutuhan di masa mendatang dan peningkatan kapasitas sesuai permintaan.

"Kabel INDIGO Barat akan terhubung ke jaringan terestrial Telstra yang luas untuk menyediakan konektivitas lanjutan di seluruh Australia. Setelah selesai, sistem kabel akan memperkuat hubungan antara Australia dan pasar Asia Tenggara yang tumbuh cepat dengan memberikan kecepatan tercepat dan keandalan yang meningkat secara dramatis," jelas Paul Abfalter, Kepala Global Wholesale Telstra dalam keterangan resmi, Kamis (7/2/2019).

Sementara itu Vice President Singtel, Carrier Services, Grup Enterprise, Ooi Seng Keat, mengatakan kabel bawah laut baru ini akan mengantarkan era baru komunikasi kecepatan tinggi antara ekonomi yang sedang tumbuh di Asia Tenggara dan Australia. Jalan raya data baru ini akan melengkapi tautan global mereka saat ini ke Asia, AS, Eropa, Australia dan Timur Tengah dan memungkinkan Singtel dan Optus untuk memenuhi permintaan aplikasi dengan kebutuhan bandwith yang besar yang semakin meningkat serta meningkatkan keragaman dan keandalan jaringan.




Di kesempatan yang sama, Chief Technology and Information Indosat Ooredoo Dejan Kastelic mengatakan penyelesaian kabel bawah laut Indigo adalah bagian dari program tiga tahun mereka untuk meningkatkan jaringan guna memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Ketika sudah beroperasi, kabel bawah laut Indigo akan semakin mendiversifikasi koneksi internasional mereka di seluruh Australia dan pasar Asia Tenggara yang tumbuh cepat.

"Ini akan melayani permintaan yang semakin meningkat untuk lalu lintas data dan memperluas peluang bagi konsumen ritel dan layanan korporat. Selain mendukung visi kami untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital terkemuka dengan menyediakan konektivitas data dan akses internet kelas dunia," kata Dejan.


(afr/krs)