Sebagai Apa?
Postel Ikuti Pertemuan Soal IIX
- detikInet
Jakarta -
Setelah IIX-JKT2 dimatikan, terjadi pertemuan pihak yang 'bersengketa'. Pertemuan itu turut dihadiri oleh Dirjen Postel dari Departemen Kominfo. Pemerintah kok ikut-ikutan?Kurang lebih pukul 18.00 WIB, Senin (12/9/2005), Indonesia Internet Exchange (IIX) JKT2 yang berada di Gedung Cyber, Jakarta, dimatikan. Pemadaman pasokan listrik ke IIX dilakukan oleh PT Internetindo Data Centra Indonesia (IDC) yang selama ini dikontrak untuk 'mengasuh' IIX-JKT2. Malam itu juga terjadi pertemuan antara Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) selaku pengelola IIX dengan PT IDC. Pertemuan itu turut dihadiri oleh Dirjen Pos dan Telekomunikasi, Basuki Yusuf Iskandar, serta Dirjen Aplikasi Telematika, Cahyana Ahmadjayadi. Saat dihubungi detikinet Selasa (13/9/2005) Heru Nugroho, pelaku Telematika yang kini aktif berpolitik lewat Partai Demokrat, tidak menampik terjadinya pertemuan itu. Namun Heru enggan berkomentar lebih lanjut karena mengaku hanya berperan sebagai fasilitator dan tidak terlibat diskusi. Belum jelas apa peran pemerintah dalam diskusi tersebut. Jauh-jauh hari sebelum ini Menteri Kominfo Sofyan Djalil memang pernah berkata pihaknya akan menjadi penengah, namun itu soal 'sengketa' domain .id. Dalam persoalan domain .id pemerintah selaku penengah telah menerima 'mandat' pengelolaan domain .id dalam masa transisi. Apakah hal itu juga akan terjadi dalam persoalan IIX? Mungkinkah IIX kemudian akan dikelola oleh pemerintah? Dirjen Postel pun enggan berkomentar. "Nanti ya, pada waktunya saya akan bicara," tutur Basuki singkat saat dikonfirmasi oleh detikinet. Sedangkan Sekjen APJII, Teddy A. Purwadi, menegaskan pihaknya tak akan mengomentar hal apa pun seputar IIX ini. "Untuk sementara ini, kami no comment," ujarnya saat dihubungi secara terpisah.Sumber lain detikinet menyebutkan bahwa pertemuan yang terjadi malam itu memang tidak menghasilkan apa-apa. Sengketa antara PT IDC Indonesia dengan APJII pun belum bisa terselesaikan. Matinya IIX-JKT2 berpotensi mengganggu koneksi internet dalam negeri, terutama terhadap situs-situs lokal. Namun hal itu tidak semerta-merta terjadi. Konon ini disebabkan beberapa Internet Service Provider (ISP) telah terhubung lewat sebuah IIX 'pengganti', isunya ini adalah 'Free IIX' alias IIX tandingan.
(wicak/)