Senin, 24 Des 2018 10:59 WIB

Layanan Telkom Tetap Berjalan Normal Pasca Tsunami Selat Sunda

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto dampak tsunami Selat Sunda. Foto: Grandyos Zafna Foto dampak tsunami Selat Sunda. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pasca terjadinya tsunami dan gelombang tinggi di kawasan Anyer, Banten dan Kalianda Lampung, pada Sabtu malam (22/12) seluruh layanan Telkom Group, baik seluler maupun non-seluler tetap berfungsi secara normal.

"Pantauan kami, hingga hari Minggu siang belum ada laporan gangguan layanan, baik untuk Telkomsel, IndiHome maupun layanan lainnya," ujar Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo dalam siaran persnya, kemarin.

Arif menjelaskan, meskipun ada beberapa Base Transceiver Station (BTS) di area Anyer yang sempat tidak berfungsi akibat terganggunya catuan, namun layanan seluler pelanggan tetap dapat berfungsi normal.



Telkom Group melalui Posko Siaga Natal dan Tahun Baru akan terus memantau dan terus menyiagakan personal untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan layanan pelanggan.

Dikatakan Arif, seluruh jajaran Telkom Group menyatakan turut berbela sungkawa dan duka cita mendalam atas terjadinya musibah tsunami yang melanda sebagian kawasan di Selat Sunda dan berharap kondisi di kedua daerah terdampak dapat segera pulih.

Layanan Telkom Tetap Berjalan Normal Pasca Tsunami Selat SundaFoto: dok. Telkomsel


Seperti diberitakan sebelumnya,korban tewas akibat tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung bertambah menjadi 281 orang. Selain itu ada 1.016 orang yang menjadi korban luka-luka.

"Data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga 24 Desember 2018 pukul 07.00 WIB, tercatat 281 orang meninggal dunia, 1.016 orang luka-luka, 57 orang hilang dan 11.687 orang mengungsi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.



Selain itu, Sutopo juga menyatakan ada 611 unit rumah rusak, 69 hotel-vila rusak hingga 420 perahu mengalami kerusakan akibat tsunami ini. Korban dan kerusakan ini disebut Sutopo berada di 5 kabupaten, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Tanggamus dan Pesawaran.

"Jadi wilayah di Provinsi Banten dan Lampung yang berada di Selat Sunda. Daerah pesisir di Kabupaten Pandeglang adalah daerah yang paling banyak jumlah korban dan kerusakannya dibandingkan daerah lain," jelasnya.

Saat ini pendataan terus dilakukan. Kemungkinan jumlah korban bakal bertambah. (agt/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed