Jumat, 05 Okt 2018 21:10 WIB

Sulitnya Pemulihan Jaringan di Palu Ketimbang di Lombok

Agus Tri Haryanto - detikInet
Gempa dan tsunami di Palu. Foto: Pradita Utama/detikcom Gempa dan tsunami di Palu. Foto: Pradita Utama/detikcom
Jakarta - Proses pemulihan pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) terasa begitu lama, ketimbang apa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada akhir Juli kemarin.

Menurut operator seluler, pemulihan layanan telekomunikasi di Sulteng dinilai begitu menantang. GM External Corporate Communication Telkomsel Denny Abidin menuturkan pusat yang terdampak gempa di Lombok, ketika itu, terjadi di area rural, seperti Lombok Utara dan Lombok Timur.

"Di Lombok karena lokasinya di rural di mana infrastruktur jaringan tidak banyak. Akses ke lokasi bencana juga dalam kondisi baik antara lain bandara, jalan darat serta akses laut dari kota besar terdekat cepat dapat dijangkau," kata Denny.



Tantangan 'signifikan' yang dialami Telkomsel dalam proses recovery jaringan selama di Lombok, yaitu ketersediaan listrik dan BBM untuk Mobile Backup Power/genset.

Sebab, di Lombok tidak terjadi tsunami, sehingga pasokan bantuan baik bahan pokok, bahan bakar, maupun penggantian alat yang rusak dapat segera diatasi, sehingga recovery jaringan Telkomsel secara cepat pulih.

Group Head Corporate Communications XL Axiata Tri Wahyuningsih menuturkan gempa Lombok berpusat di Lombok Utara yang tetap bisa dijangkau dari Mataram dengan jarak yang tidak begitu jauh.

"Saat terjadi bencana dan jaringan mengalami gangguan, maka tim kami bisa segera meluncur dan menanganinya," ucapnya.

Tantangan di Palu

Sementara itu, Palu dan Donggala terletak di lokasi yang bisa dikatakan jauh dari kota besar lainnya. Gempa yang terjadi telah menyebabkan dampak kerusakan yang sangat besar.

Perempuan yang disapa Ayu ini, mengatakan jalan darat dari arah Gorontalo/Manado terhambat. Begitu juga jalan darat dari Poso/Kendari di Sultra, tertutup longsor.

Jalan darat dari Makassar yang masih bisa ditempuh, tetap jaraknya sangat jauh, normalnya butuh waktu tempuh minimal 20 jam. Kerusakan juga terjadi pada landas pacu Bandara Palu, yang menyebabkan hanya pesawat tertentu yang bisa mendarat.

"Hal ini menyebabkan pada awal bencana terjadi, dukungan tim teknis kami tidak bisa segera sampai di lokasi untuk membantu tim teknis yang memang standby di Palu," kata Ayu.



Disampaikan Denny, pusat terdampak gempa di Lombok terjadi wilayah rural yaitu di wilayah Lombok Utara dan Lombok Timur sedangkan pusat terdampak gempa di Palu berada di inner city.

"Di mana infrastruktur jaringan Telkomsel lebih rapat daripada di wilayah rural. (Sedangkan) di Lombok, karena lokasinya di rural di mana infrastruktur jaringan tidak banyak," ucapnya.

"Di Palu dikarenakan pusat terdampak gempa berada di inner city, di mana infrastruktur jaringan juga lebih banyak, maka upaya pun lebih ekstra," kata Denny menambahkan.

Sementara itu, banyak akses transportasi terputus, bandara terbatas, serta pelabuhan yang dihantam tsunami kian menghambat proses pemulihan komunikasi. Hal sama juga dirasakan oleh XL yang harus berupaya keras dalam menjaga jaringannya tetap stabil.

"Untuk Palu, hingga saat ini layanan XL tetap bisa digunakan untuk wilayah Palu. Masih padamnya listrik dan terbatasnya BBM solar untuk genset, serta akses menuju lokasi-lokasi BTS yang tidak mudah, membuat tim teknis kami di lapangan harus ekstra keras menjaga jaringan," tutur Ayu.

Setelah datangnya tim teknis dukungan XL dari Makassar, Surabaya, dan Jakarta, perempuan yang disapa Ayu ini mengatakan kini upaya peningkatan kualitas layanan sedang diupayakan mereka.

"Semoga secara berangsur jaringan XL akan bisa terus kami pulihkan," harapnya.

"Kami pun selalu berupaya maksimal dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk kelancaran proses recovery jaringan," kata Denny.

Dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, induk perusahaan Telkom, Telkomsel mendapatkan prioritas link jaringan radio maupun optik dari perusahaan plat merah tersebut. Lalu, PLN untuk kebutuhan bahan bakar industri, TNI dan Polri untuk operasional armadanya dalam penanganan bencana, serta BNPB untuk wilayah-wilayah bencana.

Bantuan Operator Seluler

Seiring dengan kegiatan pemulihan jaringan Telkomsel juga berupaya untuk kegiatan kepedulian. Baik di Lombok maupun di Palu selain mendirikan posko darurat, Telkomsel juga memberikan paket telpon dan SMS gratis bagi pelanggan di wilayah bencana, menyerahkan bantuan sosial kemanusiaan, serta bekerjasama dengan dengan Rumah Zakat untuk membuka layanan donasi bagi korban bencana melalui UMB *800*01#, aplikasi TCASH, maupun QR Code.

Sedangkan XL, dalam memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan layanan komunikasi, pihak telah membuka fasilitas telepon gratis di Posko, antara lain di markas Korem.



"Untuk lokasi lainnya masih dalam koordinasi tim di lapangan," ujar Ayu.

Selain telepon gratis, XL juga memberikan bantuan dalam bentuk kartu perdana XL dan AXIS kepada para korban di lokasi pengungsian. Para korban sangat terbantu dengan bantuan ini karena bisa berkomunikasi dan memberikan kabar kepada keluarga.

Selain itu, bagi pelanggan XL di Palu juga sejak kemarin dapat menikmati gratis telepon, SMS & data dengan mengakses ke *505# (rns/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed