googletag.defineOutOfPageSlot('/4905536/detik_desktop/inet/pop_ups', 'div-gpt-ad-1540563574169-0').addService(googletag.pubads());
Sabtu, 29 Sep 2018 12:26 WIB

Transformasi Digital Telkom Tinggal Selangkah Menuju Puncak

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Proses transformasi digital di PT Telkom Indonesia (Telkom) telah memasuki fase become atau setahap lagi menuju fase being. Artinya, Telkom mengalami perkembangan baik dalam proses tersebut.

Ini dibuktikan dengan data periset independen Deloitte yang menunjukkan dari skala transformasi digital perusahaan, yakni 1 sampai 5, Telkom sudah mencapai skor 3,84 atau masuk level become.

"Kami setahap terakhir mencapai titik being, namun tantangan justru di akhir ini," kata Arief Musta'in, Head of Digital Service Division PT Telkom Indonesia di sela-sela Bandung Digital Broadband Summit di Trans Convention Hotel, Bandung, beberapa waktu lalu.



Menurut dia, sepanjang proses transformasi menuju perusahaan digital telekomunikasi sekarang, pihaknya lebih mudah membangun dari nol hingga mencapai angka 50%.

Terutama, dalam membangun tiga hal utama proses transformasi digital, yaitu mengubah mindset, proses, dan budaya organisasi. Dengan demikian, maka terjadi proses membentuk inovasi yang merubah legacy perusahaan sebagai operator telekomunikasi.

"Tantangannya justru setelah mencapai skor 3,84, itu jadi banyak tantangan mencapai skor 5 dibandingkan membangun dari nol. Dan, kami tak mematok perlu berapa tahun supaya bisa mencapai angka 5, karena yang penting adalah mematangkan kesiapan organisasinya," tuturnya.

rief Musta'in, Head of Digital Service Division PT Telkom Indonesia.rief Musta'in, Head of Digital Service Division PT Telkom Indonesia. Foto: Telkom


Divisi Digital Service mencatat proyek inovasi yang sudah berjalan di internal, seperti Amoeba (start up internal karyawan) yang sudah berjalan sedikitnya dua tahun terakhir ini.

Dari berbagai proposal dan sudah berjalan 9 batch, sudah terbentuk banyak tim, yakni 15 tim berklasifikasi customer validation, 25 tim product validation, 8 tim business market validation, serta 14 tim market validation.

Inovasi yang diberikan mengikuti tren bisnis zaman now, seperti berbasis aplikasi, tim ramping, serta memangkas berbagai jalur distribusi pemasaran eksisting.

Layanan diberikan sangat luas dan sesuai kebutuhan zaman, mulai dari teknologi virtual reality (Smarteye.id), travel (Open Trip), optimalisasi data media sosial (Bagidata), Jeager (solusi IoT bagi manufaktur), Teknizer (memantau kinerja teknisi), Logistik Tani (konektor investor dengan petani), dan banyak lagi.

Di sisi lain, sambung Arief, upaya divisi merubah kebiasaan lama menuju budaya inovasi di Telkom akan terus dilakukan yakni melalui berbagai terobosan program-program.



Dicontohkannya, program tahunan Apresiasi Nasional Jaringan Akses (ANJA) yang rutin digelar tahunan terus ditajamkan konsepnya, di mana tak lagi hanya membahas sisi teknis semata dan satu divisi terkait, namun memadukan berbagai divisi sehingga inovasi dibangun bersama.

Arief memaparkan, tahun ini program ANJA dibagi dalam gugus tugas yang tak semata urus teknis/operasional. Namun juga dipadupadankan dengan divisi non teknis, sehingga membuka wawasan dan keinginan menciptakan terobosan bisnis.

"Kami juga menerapkan konsep flexibility organization, yakni penguatan self managed, tim kolaboratif, serta fokus pada outcome spesifik. Jadi, sebuah proyek dikerjakan kolaboratif lintas divisi guna memperoleh target spesifik yang sudah ditetapkan pimpinan," pungkasnya. (agt/agt)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed