Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
ISP Lokal Belum Mau 'Merdeka' dari Telkom

ISP Lokal Belum Mau 'Merdeka' dari Telkom


- detikInet

Jakarta - Di Indonesia, ISP masih menggunakan kabel telkom untuk jaringan broadband ADSL-nya. Padahal, jika mau, bisa saja mereka membuat jaringan sendiri lepas dari Telkom. Hal itu dikemukakan Ari Tjahjanto, Business Development Manager PT Cyberindo Aditama (CBN) saat dimintai keterangannya oleh detikinet Senin (8/8/2005). "Kita selama ini untuk jaringan broadband ADSL masih bekerjasama dengan Telkom. Tetapi untuk jaringan internet nirkabel, kita punya jaringan sendiri," ujarnya. Sedangkan untuk membuat jaringan yang 'merdeka' dari Telkom, Ari mengatakan masih belum. "Untuk membuat jaringan ADSL sendiri terlepas dari Telkom, mungkin saja karena kami sudah memegang lisensi sebagai penyelenggara jaringan. Tetapi belum ada rencana untuk itu," papar Ari lagi.Kerjasama Telkom dengan CBN untuk jaringan ADSL itu sudah terbentuk sejak tahun 2001. Dan sebulan lalu, tepatnya pada acara CDMA Show di JHCC, CBN menandatangani memorandum of understanding (MOU) dengan produk Telkom Flexi untuk pengadaan jaringan internet via koneksi CDMA.Selain Flexi, Mobile 8 pun digaet CBN masih untuk layanan serupa, kira-kira setahun lalu. Menurut Ari, kecepatan internet berbasis CDMA ini setidaknya sedikit diatas kecepetan koneksi dial-up.Sedikit berbeda jika kita melihat di Inggris. Di negerinya The Beatles itu sejumlah Internet Service Provider (ISP) berniat memerdekakan diri dari British Telecom (BT). Mereka berniat membuat jaringan broadband sendiri. Bahkan, banyak diantaranya siap menawarkan kecepatan lebih secara cuma-cuma.Seperti diberitakan oleh BBC, yang dikutip detikinet, Senin (8/8/2005), proses semacam itu disebut Local Loop Unbundling (LLU). Hal ini memungkinkan adanya penguasaan sebagian jaringan yang menghubungkan pelanggan -local exchange dan dengan penyedia jasa jaringan internet selain British Telecom.Pengamat telekomunikasi Inggris, Ofcom mengatakan, LLU adalah cara paling efektif untuk menghadirkan inovasi, pilihan yang semakin beragam dan harga yang lebih murah untuk jaringan broadband.Pasalnya, operator mendapatkan kesempatan untuk menawarkan kecepatan yang lebih dengan harga yang lebih murah. Ditambah lagi layanan lain seperti telepon internet murah tanpa harus menunggu penawaran BT terlebih dahulu.Sebagian besar ISP di Inggris masih membeli layanan broadband dari BT. Menurut data Ofcom, baru ada kurang dari 1 persen jaringan broadband di Inggris yang ditawarkan lewat sistim LLU. Ofcom memprediksikan jumlah jaringan broadband sistim LLU saat ini telah mengalami peningkatan 6 kali lipat sejak Mei 2004.Meski begitu tidak semua pihak menganggap LLU akan berhasil. "Saya pikir LLU belum siap untuk ditawarkan kepada masyarakat luas. Sebagian kecil karena masalah pelanggan yang berpindah-pindah," tutur Ian Fogg, analis dari Jupiter Research.Bulan lalu, Ofcom menerima lebih dari 100 komplain dari pelanggan Bulldog, sebuah ISP pionir LLU yang sudah menjalankan bisnis LLU sejak 2002. Beberapa keluhan diantaranya, pelanggan kehilangan layanan telepon hingga dua minggu. Untuk mengatasi hal ini Bulldog tengah bekerjasama dengan BT.Untuk bersaing dengan ISP yang menawarkan jaringan broadband sendiri, BT mulai meningkatkan kecepatan jaringan broadband yang ditawarkannya kepada ISP-ISP lain yang masih menggunakan jasanya. Kecepatan 8Mbps setidaknya akan meluncur tahun ini juga.Dan sepertinya LLU juga harus tetap mengikuti persaingan ini, untuk tetap bertahan dan menarik perhatian calon-calon pelanggan. Salah satu cara adalah memperkenalkan format baru ADSL yang disebut ADSL 2+. ADSL 2+ ini sedianya penting untuk pengiriman file high-definition TV dan video-on-demand.ADSL adalah kependekan dari asymetric digital subscriber line. Sebuah teknologi yang memungkinkan sistim pengiriman data lewat kabel telepon konvensional. Kecepatan penerimaan data adalah sebesar 1,5 hingga 9 Mbps. Sementara kecepatan pengiriman bisa mencapai 640 Kbps. (ien/)







Hide Ads