Sabtu, 18 Agu 2018 21:02 WIB

Kapan Akses Telekomunikasi di Lombok Lancar Kembali?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Situasi di Lombok. Foto: Dampak gempa 7 SR di NTB (istimewa/dok BNPB) Situasi di Lombok. Foto: Dampak gempa 7 SR di NTB (istimewa/dok BNPB)
Jakarta - Hampir dua minggu gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) mengguncang Lombok dan sekitarnya berlalu. Selama itu pula, akses telekomunikasi di wilayah tersebut mengalami kendala.

Terhitung hingga Jumat (17/8/2018) pukul 12.00 WIT, tercatat sudah 922 base station site 2G, 3G, dan 4G dari 944 base station yang terdampak gempa yang kini sudah bisa digunakan dan beroperasi lagi.

"Masih ada 0,36% atau 22 base station. Ditargetkan akhir bulan ini seluruh base station sudah bisa digunakan semua," ungkap Plt Kabiro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza dalam siaran persnya.



Upaya Pemulihan

Kominfo terus berupaya meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi untuk penanganan gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui Badan Aksesibilitas Teknologi Informasi (BAKTI), Kominfo akan menambah dua titik layanan akses VSAT portable di Posko ESDM Siaga Bencana dan Bhayangkara Pemenang.

VSAT yang akan dipasang merupakan relokasi dari layanan Internet VSAT di SMPN 1 Pamenang yang statusnya off air, karena kondisi bangunan sekolah yang tidak memungkinkan. Sementara layanan internet VSAT di Kantor Desa Pemenang yang statusnya off air direlokasi ke Posko Bhayangkara Pemenang, Lombok Utara.

Foto: Dok. Kemenkominfo


Layanan akses internet di SMPN 1 Pemenang dan Kantor Desa Pemenang, keduanya adalah layanan akses internet yang dipasang secara permanen, namun saat ini dalam kondisi off air karena terdampak adanya gempa bumi.

Untuk kondisi layanan telekomunikasi secara umum sudah pulih, meskipun kendala utama yang masih dihadapi adalah pasokan listrik dari PLN yang di beberapa lokasi masih sering padam.



Sedangkan di Gilimeno, BTS sudah bisa digunakan setelah penggantian modul rectifier. Begitu juga yang Bayan dan Sembalun yang sudah bisa digunakan lagi setelah mobilisasi dan pemasangan genset portable. Untuk pemantauan terhadap kapasitas jaringan, redirect coverage dan penyelesaian gangguan terus dilakukan untuk memastikan layanan telekomunikasi berlangsung lancar.

Berdasarkan pemantauan Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Mataram, ditemukan beberapa konstruksi bangunan di sekitar BTS dalam kondisi tidak aman, kendati begitu bangunan itu sudah dibawah pengawasan aparat sehingga dapat dilakukan mitigasi agar tidak memengaruhi keberadaaan BTS. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed