Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
1 dari 7 Ponsel Baru Di Inggris Dinyatakan Bermasalah

1 dari 7 Ponsel Baru Di Inggris Dinyatakan Bermasalah


- detikInet

Jakarta - Sekitar 2 juta dari 18 juta ponsel yang terjual tahun lalu di Inggris bisa jadi bermasalah. Entah dari jaringan maupun handset-nya.BBC News yang dikutip detikinet Jumat (5/8/2005) melansir, setiap satu dari tujuh ponsel baru di Inggris disinyalir bermasalah. 70 persen diantarnya terjadi pada enam bulan pertama. Tidak hanya itu 27 persen dari pemilik ponsel bermasalah tersebut, merasa tidak puas dengan mutu layanan yang diberikan para customer service.Video phone operator 3, salah satu operator video phone di Inggris, punya catatan terburuk tentang hal ini. Satu dari tiga handset pada jaringannya dikabarkan bermasalah. Hal ini bisa jadi disebabkan karena teknologi telekomunikasi bergerak generasi ketiga (3G) yang dipakainya belum stabil.Data tersebut diperoleh dari hasil survei yang dilakukan majalah Which?, sebuah majalah pembela hak konsumen. Majalah ini diterbitkan sejak tahun 1957, oleh lembaga independen Consumers' Association.Hasil survei tersebut ditanggapi dingin oleh pihak operator 3. "Sangat tidak realistik jika membandingkan dengan teknologi 3G. Karena teknologi ini terbilang baru dan rumit," papar Rachel Channing, salah seorang wakil dari operator 3.Ia juga mengkritik sample survei. Menurutnya, sample yang diambil kurang mewakili. Karena hanya memakai 50 orang pelanggan saja. Sementara operator 3 punya kurang lebih 3 juta pelanggan.Di lain pihak, hasil survei ini juga menyadarkan para konsumen akan adanya masalah pada ponsel, seperti kesalahan keypad, kegagalan dalam koneksi jaringan, hingga masalah dalam proses penyimpanan nomor di buku telepon.Menurut hukum, jika sebuah ponsel dinilai rusak dan dalam enam bulan pemilik toko tidak dapat menunjukkan bahwa ini merupakan kesalahan konsumen, toko tersebut harus menggantinya.Tidak perduli kesalahannya pada handset atau jaringan. Konsumen tidak mau tahu. Contohnya, meski permasalahnnya terjadi pada SIM card yang tidak terkoneksi ke jaringan, hal ini tetap saja jadi tanggung jawab penjual. Bukan hanya itu saja, penjual pun harus siap membantu jika konsumen mengajukan komplain.Beberapa handset pun disinyalir bermasalah. Motorola dan Sony Ericsson terbukti banyak memiliki kekurangan. 20 persen pengguna menyatakan bahwa mereka mempunyai masalah pada produk tersebut.Nokia dan Samsung masih sedikit lebih baik, karena hanya satu dari sepuluh pengguna yang melaporkan keluhan. Para analis Gartner menilai, ponsel memang telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat dunia. Diramalkan, 2,6 triliun ponsel akan digunakan diseluruh dunia sampai akhir tahun 2009 nanti.Survei ini diikuti oleh lebih dari 5.000 orang yang ikut serta dalam panel online pembaca Which?. (ien/)






Hide Ads
LIVE