Film Project Hail Mary kini tengah tayang di bioskop Indonesia dan langsung jadi perbincangan pecinta sci-fi. Diangkat dari novel karya Andy Weir dan dibintangi Ryan Gosling, film ini mengisahkan misi luar angkasa menuju bintang Tau Ceti demi menyelamatkan Bumi.
Namun satu hal yang bikin banyak penonton penasaran: apakah Tau Ceti benar-benar ada, atau hanya bintang fiksi untuk kebutuhan cerita?
Jawabannya: Tau Ceti benar-benar nyata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Weir justru memilih bintang sungguhan ini sebagai latar cerita karena kedekatannya dengan Bumi dan kemiripannya dengan Matahari. Namun, planet-planet serta kehidupan alien di sistem tersebut (seperti planet Adrian yang dihuni Taumoeba) murni fiksi untuk keperluan plot.
Nama dan Lokasi Tau Ceti
Dikutip dari Wikipedia, Tau Ceti (disingkat Ο Ceti) adalah nama resmi dari bintang ini dalam katalog Bayer. Nama alternatifnya HD 10700 atau Gliese 71. Ia terletak di konstelasi Cetus (Paus atau Monster Laut) dan bisa dilihat dengan mata telanjang sebagai bintang berkemilau magnitudo 3,5.
Bintang ini berada tepat di selatan ekuator langit, dekat dengan Mira dan Deneb Kaitos. Dari Bumi, ia terlihat di arah tenggara saat musim dingin di belahan utara.
Tau Ceti berjarak hanya 11,9 tahun cahaya (sekitar 3,65 parsec) dari Tata Surya kita. Ini menjadikannya salah satu bintang tunggal tipe G terdekat dengan Matahari. Untuk konteks, perjalanan cahaya dari Tau Ceti ke Bumi memakan waktu hampir 12 tahun-sama seperti yang digambarkan dalam novel, di mana perjalanan Hail Mary memakan waktu bertahun-tahun meski menggunakan teknologi super cepat.
Tau Ceti Foto: Wikipedia |
Disebut "Saudara Matahari"
Tau Ceti sering disebut "saudara Matahari" karena banyak kesamaannya, meski bukan kembaran identik:
- Tipe spektral: G8.5V (Matahari adalah G2V). Ia termasuk bintang deret utama kuning-putih.
- Massa: Hanya 78% massa Matahari.
- Ukuran: Radius sekitar 79-80% Matahari.
- Kecerahan: Luminositas hanya 52% Matahari (lebih redup).
- Suhu permukaan: Sekitar 5.344 K (Matahari 5.772 K), sehingga sedikit lebih dingin dan oranye.
- Usia: Diperkirakan 5,8-7 miliar tahun (Matahari 4,6 miliar tahun), lebih tua.
- Karakteristik lain: Sangat stabil dengan aktivitas bintang rendah, tapi kekurangan "logam" (unsur lebih berat dari helium) dibanding Matahari.
Karena mirip Matahari, Tau Ceti jadi target favorit pencarian planet mirip Bumi dan SETI (pencarian kehidupan luar angkasa) sejak tahun 1960-an.
Perbandingan Matahari dan Tau Ceti Foto: Skyandtelescope |
Planet-Planet di Sekitar Tau Ceti
Di dunia nyata, ilmuwan memang mendeteksi kandidat planet di sistem ini melalui pengukuran kecepatan radial. Dilansir dari UCSC News, tim astronom internasional mengumumkan empat planet mirip Bumi (super-Earth) pada 2017:
- Tau Ceti e dan f: Dua di antaranya berada di zona habitable (bisa punya air cair di permukaan). Massa masing-masing sekitar 1,7-3,9 kali Bumi.
- Tau Ceti g dan h: Dua planet lain yang lebih dekat.
Ilustrasi ini membandingkan empat planet yang terdeteksi di sekitar bintang terdekat Tau Ceti (atas) dan planet-planet dalam tata surya kita (bawah) Foto: Skyandtelescope |
Namun, hingga studi terbaru tahun 2025 menggunakan teleskop ESPRESSO, belum ada bukti tegas bahwa planet-planet ini benar-benar ada. Sinyal radial velocity bisa disebabkan oleh aktivitas bintang itu sendiri, bukan planet.
Jadi, semua masih berstatus "kandidat" dan belum masuk katalog planet terkonfirmasi resmi. Dengan teleskop modern seperti James Webb Space Telescope, peluang menemukan planet nyata di sistem ini masih terbuka lebar.
Di novel Project Hail Mary, Weir mengambil kebebasan kreatif. Ia ciptakan planet Adrian (dengan atmosfer CO2 dan kehidupan Taumoeba) yang "menyelamatkan" Tau Ceti dari astrophage. Ini murni fiksi, tapi terinspirasi dari minat ilmiah nyata terhadap sistem ini.
(afr/afr)




