Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kisah Christina Koch, Didukung Guru Sejak TK Jadi Astronaut

Kisah Christina Koch, Didukung Guru Sejak TK Jadi Astronaut


Rachmatunnisa - detikInet

NASA astronaut Christina Koch waves as she boards the astronaut van with the crew of the Artemis II launch mission to fly by the moon, NASA astronauts Reid Wiseman and Victor Glover and CSA (Canadian Space Agency) astronaut Jeremy Hansen, before heading to launch pad 39B at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Florida, U.S. April 1, 2026.  REUTERS/Steve Nesius       TPX IMAGES OF THE DAY
Christina Koch sebelum memasuki pesawat Orion dalam misi Artemis II. Foto: REUTERS/Steve Nesius
Jakarta -

Astronaut NASA Christina Koch membagikan kisah inspiratif tentang bagaimana dukungan sejak kecil membantunya meraih mimpi menjadi penjelajah luar angkasa. Koch menjadi astronaut perempuan pertama yang melakukan perjalanan ke Bulan.

Dalam wawancara dengan El PaΓ­s, Koch mengungkap bahwa cita-citanya sudah muncul sejak usia sangat dini, dan yang terpenting, ia tidak pernah diremehkan. Koch mengatakan bahwa sejak taman kanak-kanak, ia sudah berani menyatakan ingin menjadi astronaut. Alih-alih diragukan, ia justru mendapat dukungan penuh dari para gurunya.

"Saya merasa beruntung ketika saya memberi tahu guru TK saya, mereka mendukung saya," kata Koch.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada yang mengatakan kepada saya bahwa itu tidak mungkin tercapai. Dan entah itu karena kekeraskepalaan saya sendiri atau dorongan itu, saya terus mengejar mimpi itu," tuturnya.

NASA astronaut and Artemis II mission specialist Christina Koch peers out of one of the Orion spacecraft's main cabin windows, looking back at Earth, as the crew travels towards the Moon April 2, 2026.  NASA/Handout via REUTERS. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. REFILE - CORRECTING YEAR FROM Christina Koch mengagumi pemandangan Bumi dari jendela pesawat Orion saat menjalankan misi Artemis II. Foto: via REUTERS/NASA

Jadi Perempuan Pertama ke Bulan

Koch kini menjadi idola dan pahlawan bagi semua perempuan. Ia mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang terbang mengelilingi Bulan dalam misi Artemis II. Ia juga dikenal sebagai astronaut perempuan dengan durasi terlama di luar angkasa, dengan total 328 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

ADVERTISEMENT

Koch mengakui bahwa perjalanan kariernya juga dipengaruhi oleh perempuan inspiratif yang menjadi panutannya, seperti Sally Ride, astronaut wanita Amerika pertama, atau Mae Jemison, astronaut kulit hitam pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa.

Ia juga terinspirasi dari orang-orang biasa di sekitarnya, termasuk keluarganya. Koch menyebut dirinya menyaksikan orang-orang yang berani memperjuangkan apa yang mereka yakini sebagai motivasi besar dalam hidupnya.

Meski kini memecahkan berbagai rekor, Koch mengaku sempat enggan menyoroti pencapaiannya sendiri. Namun ia kemudian menyadari bahwa hal itu penting untuk menginspirasi orang lain, terutama para gadis belia.

"Pencapaian itu mungkin berarti bagi banyak orang, dan membagikannya bisa menjadi inspirasi," ujarny.

Koch memberikan pesan bagi generasi muda yang ingin mengikuti jejaknya. "Ikuti passion kalian, di situlah kalian akan paling sukses," ujarnya.

Ia juga mendorong anak muda untuk berani keluar dari zona nyaman. "Lakukan hal yang justru membuatmu takut, karena di situlah kita berkembang," pesan Koch.

Kisah Christina Koch menjadi bukti bahwa dukungan sejak dini bisa membuka jalan menuju pencapaian besar. Dari seorang anak yang berani bermimpi di kelas TK, ia kini mencetak sejarah dalam eksplorasi luar angkasa.




(rns/rns)




Hide Ads