Senin, 13 Agu 2018 23:50 WIB

Jaringan 4G Sudah Sampai ke Pelosok Rote

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: detikINET/Rachmatunnisa Foto: detikINET/Rachmatunnisa
Oebela, Rote - Kesulitan menelepon hingga harus berjalan jauh ke tempat lebih tinggi memang bukan sekadar cerita. Pengalaman ini selalu terdengar dari mulut warga di wilayah sulit sinyal.

Marce (29), salah satu warga Oebela, Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengingat ketika dulu sering mengalami hilang sinyal di ponselnya ketika akan menelepon.

"Kami dulu harus keluar rumah, berjalan jauh dulu cari tempat yang lebih tinggi sampai di atas gunung, sampai ada terlihat sinyal baru bisa kami telepon," kenang Marce.



Kini, diakuinya warga di daerahnya sudah lebih beruntung. Meski ketersediaan sinyal belum merata, setidaknya di desanya kini sudah berkurang cerita orang-orang mencari sinyal.

Jaringan 4G Sudah Sampai ke Pelosok Rote Foto: detikINET/Rachmatunnisa


"Itu dulu sekali (susah sinyal). Sudah jauh berbeda sekarang tidak seperti itu lagi. Sudah dibangun menara-menara. Bukan telepon saja, untuk internetan pun bisa dipakai," sebutnya.

Marce berharap, akan ada lebih banyak warga di sekitar tempat tinggalnya yang bisa menelepon bahkan internetan dengan mudah.

Konektivitas di Wilayah 3T

Seperti diketahui, wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) Indonesia terus menjadi perhatian untuk pembangunan infrastruktur.

Upaya ini juga yang sedang gencar dilakukan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dengan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di sejumlah wilayah 3T serta perbatasan Indonesia, antara lain seperti yang baru ditancapkan di Desa Oebela, di Rote, NTT, tempat tinggal Marce.

Jaringan 4G Sudah Sampai ke Pelosok Rote Foto: detikINET/Rachmatunnisa


Menteri BUMN Rini Soemarno, yang meresmikan BTS ini, Senin (13/8/2018) menyebutkan, keberadaan BTS di Oebela, Rote yang merupakan wilayah terluar Selatan Indonesia, bisa membantu komunikasi dan aktivitas warga sehari-hari serta memacu pertumbuhan ekonomi.

"Presiden selalu menekankan pentingnya konektivitas sebagai penyokong pertumbuhan ekonomi. Selain infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, bandara, tak kalah penting adalah konektivitas dari sisi komunikasi," kata Rini.

Dengan demikian, harap Rini, konektivitas dari sisi komunikasi akan membuat masyarakat lebih mengenal suatu daerah, termasuk Desa Oebela di Rote, sehingga banyak orang ingin ke sini atau mau berdagang dengan masyarakat di sini.



Di acara yang sama, Direktur Infrastruktur BAKTI Dhia Anugrah Febriansa menyebutkan, BTS Oebela diresmikan karena BTS ini sudah on air dan sedang proses upgrade dari 2G menjadi 4G.

"BTS Oebela diresmikan karena ini adalah BTS yang telah on air dan sedang proses upgrade dari 2G menjadi 4G," ujarnya.

Disebutkannya, ada 4 BTS lainnya yang masih dalam proses pembangunan. Keempat BTS ini nantinya akan menghadirkan layanan 2G untuk memudahkan warga menelepon.

Jaringan 4G Sudah Sampai ke Pelosok Rote Foto: detikINET/Rachmatunnisa


Dia menuturkan, ada lima sites BTS BAKTI Sinyal di Kabupaten Rote, tersebar di lima desa meliputi Desa Helebeik, Suebela, Mukekuku, Lenupetu dan Oebela.

BTS ini sendiri menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) milik anak usaha PT Len Industri, yakni PT Surya Energi Indotama.

Dengan PLTS sebagai sumber listrik utamanya, BTS di Desa Oebela ini memiliki kapasitas 4.680 Watt peak yang terdiri dari 18 unit panel surya 260 Watt peak, serta dilengkapi pula dengan 24 unit baterai di area lahan seluas 324 meter persegi.

Di NTT secara keseluruhan, BAKTI memiliki 62 BTS dengan status on air, ada 35 BTS yang sedang dalam tahap pembangunan, 2 BTS sedang progres instalasi VSat dan 2 lainnya sedang proses integrasi dengan BTS. (rns/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed