Sabtu, 28 Jul 2018 16:14 WIB

Indosat 'Kebelet' Ingin Masuk Papua

Agus Tri Haryanto - detikInet
President Director & CEO Indosat Ooredoo Joy Wahjudi. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto President Director & CEO Indosat Ooredoo Joy Wahjudi. Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto
Jakarta - Sejauh ini untuk cakupan operator seluler yang hadir di wilayah Indonesia, termasuk Papua, Telkomsel adalah rajanya. Indosat Ooredoo pun tak sabar ingin mengusiknya.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Joy Wahjudi mengatakan sejak awal pihaknya ingin menyediakan layanannya di Indonesia timur. Namun, karena kendala transmisi dan ongkos pembangunan yang sangat mahal di wilayah itu, keinginan Indosat pun terganjal.

Joy pun mengharapkan agar proyek Palapa Ring paket timur segera rampung. Setelah itu, Indosat Ooredoo dapat memanfaatkan backbone yang dibangun oleh pemerintah tersebut untuk memancarkan sinyal di Indonesia timur.



"Dari awal, terus terang bahwa kita lihat Indonesia timur sangat prospektif. Tapi, untuk jangkau ke sana itu ada masalah. Dengan adanya Palapa Ring ini itu bisa membantu sehingga bisa merealisasikan jaringan kita di Indonesia timur," ujar Joy di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan laporan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), divisi bagian Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan bahwa proses pembangunan Palapa Ring paket barat sudah beroperasi, paket tengah 89%, dan paket timur mencapai 57%.

"Beberapa tempat sebenarnya sudah siap untuk sambungnya, sebenarnya. Tinggal nunggu kapan selesaianya Palapa Ring tersebut," ungkap dia.

"Kita ikut berpartisipasi di paket satu (barat), paket dua (tengah), untuk paket tiga (timur) kita akan ikut serta juga. Nanti, hasilnya berapa kan itu tergantung dari BAKTI ngasihnya berapa," kata Joy.

Untuk membangun jaringan seluler di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), Indosat Ooredoo juga mengandalkan program BTS dana universal service obligation (USO). Sebagai informasi, dana USO bersumber itu dari pungutan 1,25% dari pendapatan operator telekomunikasi yang kemudian dikelola oleh BAKTI.



"Kita ikut program USO yang di Indonesia timur. Tapi, isu terbesar kan transmisi. Jadi, beres Palapa Ring dulu baru masuk," ucapnya.

Sampai dengan saat ini, Joy mengatakan kalau operator yang identik warna kuning ini telah memanfaatkan BTS USO sebanyak 200 unit untuk menyebarkan sinyalnya.

"Sekitar sudah sampai 200. Saya nggak hapal di mana saja, tapi tersebar di Kalimantan sampai Maluku," tandasnya. (agt/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed