Dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (26/7/2018), pihak manajamen Telkom pun membeberkan kronologi versi mereka.
Disebutkan bahwa Gudang STO Tanjung Priok milik Telkom yang berlokasi di Jalan Enim Raya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa malam (25/7) mulai sekitar pukul 18.30 WIB sempat mengalami percikan api yang menimbulkan asap tebal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian pada pekitar pukul 20.30 WIB, pihak pemadam kebakaran menyatakan bahwa api sudah dapat dipadamkan dan lokasi dinyatakan sudah aman.
Area kebakaran merupakan gudang material fast moving harian berukuran 3x7 meter yang berada di belakang bangunan utama STO. Hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi.
"Dapat dipastikan seluruh perangkat telekomunikasi tidak terkena dampak kebakaran dan dalam keadaan aman. Sedangkan layanan kepada pelanggan tetap berjalan normal," jelas Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran yang menimpa kantor Telkom di Jalan Enim, Tanjung Priok, mulanya dalam dugaan sementara terjadi karena korsleting listrik.
"Iya, benar kita dapat berita pukul 19.04 WIB," ujar Kasudin Pemadam Kebakaran Satriadi Gunawan ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (25/7/2018).
Kantor Telkom tersebut berada di Jalan Enim Raya, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebanyak 12 unit dikerahkan ke lokasi. "Kita kerahkan 12 unit, 6 pompa dan 6 unit pendukung," kata Satriadi.
Awalnya api diketahui muncul dari musala. Lalu merambat ke tiga gudang yang berada berisi bahan material.
"Yang terbakar musala sama gudang. Titik awalnya dari musala merambat ke tiga gudang, cuma nggak luas, hanya 4x6 lah," jelas Satriadi.
"Kalau dari informasi yang kita dengar itu (gudang) isinya bahan material, peralatan-peralatan yang buat masang serat optik ya," lanjutnya.
Satriadi mengatakan posisi objek yang terbakar berada di belakang gedung. Dugaan sementara akibat arus pendek listrik.
"Belum diketahui, dugaan sih karena ini jamnya jam malam ya kemungkinan sih arus listrik. Karena kondisinya kan memang di belakang jadi tidak ada orang. Kalau misalnya ada asap rokok atau apa, kan nggak ada penjagaan nggak ada orang di sana," ujarnya.
Saat ini pemadaman sudah dinyatakan selesai pada pukul 20.30 WIB. Pihaknya belum mengetahui kerugian yang dicapai. "Sekarang sudah dinyatakan selesai dari pukul 20.30 WIB, kerugian kita belum tahu," tutup Satriadi.
Tonton juga video: 'Ini Operator di Indonesia yang punya 4G LTE Paling Kencang'
(rou/rou)