BERITA TERBARU
Rabu, 18 Jul 2018 18:39 WIB

Internet Sokong Anak Papua Bercita-cita

Adi Fida Rahman - detikInet
Herlin, Joice dan Mulinsha siswi SMP Negeri 1 Mulia, Puncak Jaya, Papua. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET Herlin, Joice dan Mulinsha siswi SMP Negeri 1 Mulia, Puncak Jaya, Papua. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Puncak Jaya - Siang itu, Herlin, Joice dan Mulinsha terlihat semangat menyambut kehadiran Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara ke sekolahnya. Mereka sama semangatnya ketika menjawab pertanyaan detikINET, apa cita-citanya.

"Mau jadi dokter," jawab ketiganya kompak.

Mungkin, cita-cita mereka ini sulit terwujud jika akses internet tidak hadir di sekolahnya. Pasalnya, seperti diceritakan Joice, sejak ada internet, proses belajar jadi lebih menyenangkan. Berbagai sumber ilmu pengetahuan jadi lebih banyak mereka dapatkan.



"Dulu untuk bikin tugas susah. Sekarang ada internet, bisa gampang begitu carinya," kata Joice.

Saat ini, guru-guru Joice di SMP Negeri 1 Mulia, Puncak Jaya, Papua, sudah memadukan proses belajar mengajar dengan internet. Tak hanya itu, pihak sekolah juga memberikan mata pelajaran komputer kepada para siswa.

"Guru kasih tugas dan suruh cari jawabannya di internet. Sudah selesai nanti diperiksa oleh guru. Kebanyakan pelajaran IPS, IPA, seni budaya, dan TIK," ungkap Joice.

Selain lewat laptop sekolah, baik Joice maupun Herlin dan Mulinsha mengakses internet di ponsel mereka lewat koneksi WiFi yang tersedia di sekolahnya. Tapi mereka terkadang harus bersabar, sebab kecepatan internet yang ada hanya 2 Mbps. Itupun digunakan banyak orang.

"Suka lambat kalau sudah ramai yang pakai," keluh siswi yang duduk dibangku kelas 14 itu.

Internet Sokong Anak Papua Bercita-cita Kegiatan belajar di SMP Negeri 1 Mulia, Puncak Jaya, Papua. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Terkendala Listrik

Akses internet sekolah hadir di SMP Negeri 1 Mulia sejak 2017. Ini bagian dari program Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang dilaksanakan oleh Balai Aksesibilitas Teknologi Informasi (BAKTI).

Kehadiran fasilitas ini sangat disyukuri Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Agustina Samoria. Murid bisa memperluas ilmu pengetahuannya, sementara guru bisa memberikan proses belajar mengajar yang lebih menarik.

Internet Sokong Anak Papua Bercita-cita Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Agustina Samoria. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET


Adanya internet ini, membuat pihak sekolah menghadirkan mata pelajaran baru untuk para siswa, yakni TIK. Pelajaran ini diberikan seminggu sekali, selama tiga jam. Siswa diajarkan soal aplikasi Office dan internet.

Hanya saja, dalam perjalanannya, mata pelajaran TIK kerap tertunda lantaran aliran listrik yang dipasok PLTA kerap mati saat musim hujan ataupun kemarau.

"Turbinnya suka macet jika sedang banjir dan tidak bergerak saat kemarau," ungkap Agustina.

Sebagai alternatif, SMP Negeri 1 Mulia memakai genset. Hanya saja, daya yang tersedia hanya cukup untuk penerangan. Itu pun baru akan menyala jika tersedia solar yang cukup.



Agustin berharap sekolahnya bisa mendapatkan panel surya. Dengan demikian, ada pasokan alternatif untuk mentenagai komputer-komputer di sekolah berikut modem WiFi.

Selain itu, Agustin juga berharap unit komputer dapat bertambah. Dengan demikian, satu unit komputer tidak digunakan beberapa anak sekaligus.

"Kami berharap bisa mendapat tambahan 20 unit laptop lagi, agar ideal untuk satu kelasnya," harapnya. (rns/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed