Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkom Minta Pemerintah Tata Ulang Frekuensi 800 Mhz

Telkom Minta Pemerintah Tata Ulang Frekuensi 800 Mhz


- detikInet

Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) meminta pemerintah bersikap adil dengan menata ulang frekuensi di 800 Mhz. Hal itu dirasa perlu apabila Flexi dipindah ke frekuensi 800 Mhz yang sudah dipenuhi oleh operator lain.Hal itu diungkap Wakil Dirut PT Telkom Garuda Sugardo. Menurutnya, spektrum frekuensi 800 Mhz yang direncanakan untuk mengalokasikan frekuensi Flexi di 1900 Mhz sudah dipenuhi oleh operator lain. Saat ini yang mempunyai lisensi untuk frekuensi tersebut yaitu Mobile-8 dan Esia. "Kalau penataan bisa di 1900, kenapa di 800 nggak," tegas Garuda kepada wartawan seusai peluncuran layanan FlexiTone di Hard Rock Cafe EX Plaza Indonesia Jakarta, Kamis (28/7/2005). "Frekuensi kan nggak sepotong-sepotong," tambahnya.Soal teknis perpindahan frekuensi, masih menurutnya, pemerintah harus membuat kesepakatan tentang evaluasi frekuensi di 800 Mhz. Pihak Flexi merasa harus diberi tahu apakah pemindahan itu dapat dialokasikan frekuensinya."Kita minta frekuensi yang ideal supaya bisa beroperasi secara homogen dan cocok di frekuensi 800 Mhz," kata Garuda.Flexi Bukan Rumah LiarTelkom Flexi mengaku mendukung rencana pemerintah membenahi frekuensi untuk UMTS 3G dengan jangka waktu 5 tahun. Pihaknya juga mempersiapkan rancangan modul, sehingga biaya peralihan atau pergantian BTS terutama single band bisa dilaksanakan dalam waktu 5 tahun.Menurut Garuda, Flexi menganggarkan biaya internal keseluruhan sekitar Rp 1,3 triliun sebagai kompensasi frekuensi apabila harus dipindah. Berhubung interval waktu masih cukup lama, menurut Garuda, biaya tersebut bisa dianggarkan sampai dengan 2009.Biaya kompensasi perpindahan frekuensi yang diminta Flexi pada pemerintah, bisa berbentuk uang tunai atau berbentuk lisensi."Telkom Flexi kan bukan rumah liar yang bisa digusur seenaknya," ujar Garuda. "Kami kan harus mempersiapkan perubahan perencanaan frekuensi dan modul yang sudah ada sehingga membutuhkan biaya," jelasnya.Masalah kompensasi, menurutnya baru di laporkan ke Kementrian Komunikasi dan Informatika soal kesiapan Flexi untuk pindah dari frekuensi 1900. Sampai saat ini menurutnya, belum ada pembicaraan antara pihak Flexi dan pemerintah.Tak Mau Kecewakan PelangganMeski Flexi sedang dilanda masalah tentang pergeseran frekuensi, Garuda menegaskan akan tetap menjaga kenyamanan dan kepercayaan pelanggan dengan memberi layanan maksimal. Peluncuran layanan ring back tone yang diberi nama FlexiTone sebagai salah satu upaya tersebut.Lanjutnya, masalah frekuensi akan menjadi masalah antara pihak operator dan pemerintah. Garuda berharap hal itu tidak akan mengganggu aktivitas pelanggan dalam berkomunikasi. "Pokoknya kami tidak akan mengubah target pelanggan," kata Garuda. "Kami akan berusaha agar tidak mengecewakan pelanggan. Jadi pelanggan tidak perlu resah," tambah Garuda menjelaskan.Flexi mengklaim, sampai saat ini pihaknya telah menguasai 86 persen pasar fixed wireless. Flexi hingga akhir minggu ini sudah mempunyai jumlah pelanggan sebesar 3,7 juta. Dari jumlah pelanggan tersebut, komposisi pasca bayar FlexiClassy sebesar 900 ribu dan prabayar FlexiTrendy sebesar 2,8 juta."Kami yang cuma dapat 5 Mhz tapi sudah punya jaringan yang solid dan jumlah pelanggan yang banyak. Bandingkan dengan operator lain yang dikasih frekuensi lebih besar," ujar Garuda kecewa. (rouzni/)







Hide Ads