Operator Diajak Garap 'Kantor Dalam Kantong'
- detikInet
Jakarta -
Meningkatnya penggunaan smartphone di kalangan korporat, dianggap Ericsson sebagai peluang bagi operator untuk menambah pendapatan dari tambahan layanan. Untuk itu, Ericsson ingin menawarkan paket solusi 'Kantor Dalam Kantong'.Hal itu diungkap Tomas Ageskog, Vice President Business Market Unit Asia Tenggara. Berdasarkan riset yang dilakukan Ericsson, menurutnya perusahaan dalam hal layanan bergerak membutuhkan solusi untuk kemudahan layanan yang praktis. Artinya, solusi itu harus mampu mendukung aktivitas sehari-hari tanpa memerlukan dukungan tenaga ahli internal. Hal itu, lanjutnya bisa didukung oleh kemampuan operator mengemas layanan dengan coverage yang dimiliki. "Fleksibilitas dan produktivitas, itu yang enterprise butuhkan," ujar Tomas kepada wartawan di Hotel Gran Melia Jakarta, Selasa (26/7/2005).Aplikasi mobile office in your pocket alias fungsi aplikasi perkantoran pada handset yang ditawarkan Ericsson untuk operator, diklaim bisa mendukung fleksibilitas dan produktivitas perusahaan. Bahkan pihaknya, seperti dituturkan Tomas, menawarkan jasa hosting, saran, pemanduan sistim, serta solusi In-Building kepada operator untuk layanan tersebut.Menurut Tomas, dengan mengembangkan rangkaian layanan yang dapat disampaikan cukup melalui satu alat komunikasi, operator dapat mendorong perilaku pengguna ponsel ke arah 'penggunaan terpusat'. Hal itu, lanjutnya, jauh lebih baik dibandingkan dengan keadaan di mana pengguna harus memiliki beberapa peralatan dengan beragam biaya seperti aktivitas komunikasi via ponsel, e-mail, serta akses penting perusahaan lainnya."Kebutuhan akan solusi kantor makin meningkat," kata Hindra Irawan, General Manager Enterprise Ericsson Indonesia. "Bukan hanya tawarkan satu solusi, tapi banyak solusi kantor hanya dalam satu ponsel saja," ujar Jason Tan Chun How, Solution Engineer Ericsson untuk Asia Pasific.Meskipun pada kenyataannya peningkatan kepemilikan smartphone tidak sejalan dengan peningkatan layanan untuk korporat, Tomas optimis layanan yang ditawarkan akan diterima oleh pasar korporat. "Jaman dulu orang kalau mau kirim undian mesti gunting dulu dari koran. Sekarang kan sudah bisa melalui SMS," ujar Tomas. "Hal itu membuktikan, teknologi akan diserap seiiring meningkatnya layanan dan kebutuhan," tambahnya.Solusi yang ditawarkan Ericsson melalui operator untuk perusahaan yang mempunyai mobilitas tinggi seperti Virtual PBX, Push email, Device Management, Mobile CRM, Mobile document. "Berhubung sedang ada seminar dan pameran yang diadakan Telkomsel (operator telekomunikasi seluler-red) yang dihadiri oleh perusahaan tingkat atas, sekalian saja kita tawarkan," kata Dewi Widiyanti, Vice President Ericsson Indonesia.Solusi untuk kantor bergerak sebenarnya lebih ditujukan kepada kantor kecil dan menengah yang mempunyai mobilitas tinggi. Tapi Ericsson juga mengatakan sedang mengembangkan solusi-solusi untuk perusahaan besar yang lebih spesifik. "Tergantung operator mau apa dulu, sekarang kan operator baru keluarkan layanan e-mail. Tapi kita bisa sediakan semua kok," kata Tomas berpromosi."Layanan ini bisa jadi tambahan untuk bisnis utamanya operator," ujar Dewi sambil mencontohkan layanan sederhana seperti ringbacktone yang bisa menghasilkan omset puluhan milyar per bulan.
(wicak/)