'Jangan Gusur Flexi dan StarOne'
- detikInet
Jakarta -
Mungkin ini yang namanya solidaritas Telkom bersaudara. Bambang Riyadhi Oemar, salah satu Direktur Telkomsel, berpendapat Flexi dan StarOne tidak perlu digusur dari frekuensi 3G. Justru frekuensi CAC dan NTS yang perlu dikaji. Hal itu diungkapkan Bambang, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel, kepada wartawan di sela-sela Seminar 3G dalam rangkaian Indonesia Celullar Show di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (23/7/2005). Menurutnya frekuensi StarOne dan Flexi tidak perlu digeser karena frekuensi yang ada masih cukup untuk lima tahun ke depan. Tentang penataan ulang itu, menurutnya saat ini tidak perlu dilakukan. Justru yang perlu dibenahi, ia melanjutkan, adalah sistim tender yang membagi-bagi frekeunsi ke Natrindo Telepon Selular (NTS) dan Cyber Acces Communication (CAC). Bambang agaknya menyiratkan keberatannya pada kedua perusahaan yang masing-masing memegang frekuensi 10 dan 15 Megahertz (Mhz). "Operator di luar cukup dengan 5 Mhz untuk resource 3G, sedangkan di sini ada yang 10 - 15," ujarnya. NTS dan CAC mendapatkan izin penggunaan frekuensi telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G) melalui penunjukkan dan beauty contest. Frekuensi yang digunakan adalah pada pita 1920-1980 Megahertz. "Itu yang dibenahi, jangan Flexi yang digusur," ujarnya. Penataan ulang frekuensi tersebut, ujar Bambang, perlu dilakukan jika pita frekuensi yang ada sudah tidak cukup lagi untuk 3G. "Kalau begitu, baru penataan ulang itu dilakukan," ujarnya. Telkomsel juga termasuk pihak yang menginginkan frekuensi 3G. Saat ini anak perusahaan Telkom itu telah memegang 5Mhz untuk uji coba di Jakarta. Menurut Bambang Telkomsel akan melanjutkan uji coba 3G di dua kota, Surabaya dan Batam. Pada tahun 2006, lanjutnya, Telkomsel berencana menghadirkan 3G di lima kota besar. Yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Batam, dan Bali. Namun ketika ditanya kapan tepatnya, Bambang mengaku belum tahu pasti. Hanya ia menegaskan tahun 2006 layanan itu akan hadir. Dari uji coba di Jakarta selama ini, Bambang menyatakan Telkomsel sudah siap dengan jaringan 3G-nya. Bahkan ia mencontohkan Sofyan Djalil saja kerap memakainya untuk menelepon (dengan tampilan video) dari Helsinski, Finlandia.
(wicak/)