Chief Product Officer Bolt Angkasa Perdana Putra, mengungkapkan bahwa saat ini Bolt memiliki 3,9 juta pelanggan yang terhitung sejak per Mei 2018. Sampai akhir tahun, anak perusahaan Lippo Group ini akan menargetkan penambahan pelanggan sampai 500 ribu.
"Sekarang kita punya 3,9 juta pelanggan sampai akhir tahun 2018 kita targetkan hingga 4,4 juta pelanggan," ucapnya di Jakarta, kemarin malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Bolt Akhirnya Rambah Serang dan Cilegon |
Bolt mencatat semenjak memasuki bulan Ramadan tahun ini, ada peningkatan konsumsi di jaringannya. Disampaikan mereka, peningkatannya bisa mencapai 15% bila dibandingkan dengan hari biasanya.
Tren tersebut terjadi pada minggu ketiga bulan Mei, di mana jam-jam 00.00-05.00 WIB yang biasanya jarang terjadi adanya penggunaan akses internet miliknya, kini sudah mulai berubah.
"Saat ini mulai dari jam 03.00 WIB itu sudah banyak yang mengakses internet," kata Chief Marketing Officer Bolt Liryawati.
Terkait konten yang banyak diakses, seperti yang dialami operator pada umumnya, pelanggan Bolt juga berduyun-duyun mengakses media sosial, seperti Instagram yang paling banyak diakses pada saat jam sahur.
Guna meningkatkan layanan, Bolt akan menambahkan kapasitas di jaringannya sebesar 42%. Sementara itu, Bolt yang saat ini tersedia di wilayah Jabodetabek dan Medan ini dengan sokongan 3.300 Base Transceiver Station (BTS), merencanakan untuk memperbaharui BTS tersebut sampai 50% hingga akhir tahun.
Dengan upaya yang dilakukan ini, Bolt berharap dapat mencapai target peningkatan jumlah pelanggan sampai 4,4 juta di penghujung tahun ini. (agt/fyk)











































