Selasa, 15 Mei 2018 15:58 WIB

Demi Palapa Ring, Indonesia Rebutan Kapal dengan Negara Lain

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: detikINET/Adi Fida Rahman Foto: detikINET/Adi Fida Rahman
Jakarta - Sejumlah tantangan sempat dihadapi selama proses pembangunan Palapa Ring paket barat. Salah satunya Indonesia harus rebutan kapal dengan negara lain.

Hal ini diceritakan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Disampaikannya, pembangunan Palapa Ring paket barat ini meliputi penggelaran kabel serat optik di darat dan laut. Untuk memasang kabel serat optik laut ini menggunakan kapal khusus.

"Kapal ini pasokannya terbatas di dunia. Kadang harus rebutan dengan negara lain," katanya saat ditemui kunjungan kerja dan pengecekan Network Operation Center (NOC) Palapa Ring Barat di Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (15/5/2018).



Tantangan lain yang harus dihadapi adalah cuaca. Hal ini sempat juga diungkap President Director PT Palapa Ring Barat Syarif Lumintarjo beberapa waktu lalu. Menurutnya, cuaca itu sulit diprediksikan.

"Faktor yang tidak terprediksi adalah cuaca, walau sudah memperkirakan cuaca, tapi kadang-kadang kenyataannya tidak seperti itu," ujaf Syarif.

Kendati banyak tantangan, proyek Palapa Ring paket barat akhirnya selesai dibangun pada Maret lalu. Proses pembangunannya sendiri berjalan dalam kurun satu setengah tahun.



Pembangunan dimulai dari proses akuisisi lahan, pekerjaan civil, mechanical, dan electrical Network Operation (NOC) dan Beach Man Hole (BMH), penggelaran kabel serat opik darat dan laut, instalasi perangkat aktif, dan Network Management System.

Penggelaran kabel optik sisi laut Palapa Ring Barat sendiri terbagi menjadi dua batch yang pada pelaksanaannya dikerjakan secara paralel.

Batch pertama memiliki total panjang kabel kurang lebih 1.242 km. Jarak tersebut meliputi segmen Tanjung Bembam Batam - Tarempa (sepanjang 369 km); segmen Tarempa - Ranai (322 km); segmen Ranai - Singkawang (352 km); dan segmen Sekanah Daik Lingga - UQJ Bintan Tanjung Bembam (199 km).

Sedangkan pada batch kedua memiliki panjang 505 km. Menghubungkan segmen Batam - Karimun - Tebing Tinggi - Bengkalis - Siak, serta segmen Daik Lingga - Kuala Tungkal. (agt/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed