Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Booming 3G Diprediksi Tahun 2006

Booming 3G Diprediksi Tahun 2006


- detikInet

Jakarta - Jatis Ecom memperkirakan layanan 3G akan mengalami booming pada kwartal ketiga 2006. Perkembangan GSM ke 3G juga dianggap sebagai hal yang tak terelakkan lagi. Jatis Ecom, anak perusahaan PT Jati Piranti Solusindo, adalah pemain di bisnis mobile content untuk telekomunikasi selular. Menurut Hasnil Fajri, Vice President Head of Sales Telecommunication Industry Jatis Ecom, 3G merupakan investasi besar yang wajib dilakukan.Hasnil mengungkapkan hal itu kepada detikinet di kantor Jatis, Menara Jamsostek, Jakarta Rabu (13/7/2005). Menurutnya untuk meraih peluang dari 3G tersebut ada beberapa pihak yang perlu diperhatikan, termasuk regulator dan operator. Teknologi berbasis Wideband CDMA atau 3G, menurutnya tidak akan bagus traffic-nya pada kuartal pertama 2006. Pemain di masa-masa awal ini adalah CAC dan Natrindo, pemegang lisensi 3G awal. "Begitu 3G jalan, awal-awal traffic-nya gak akan bagus dan baru seperti soft launch," kata Hasnil. "Tergantung edukasi pasar dan pricing juga, siapa yang mau pakai tarif premium sih?" tambahnya. Pada masa-masa awal itu, lanjut Hasnil, fungsi 3G belum akan terlalu banyak dipakai. Fungsi komunikasi suara dan pesan singkat masih akan mendominasi. Selanjutnya pada kuartal kedua operator besar seperti Telkomsel, Indosat dan XL baru akan mengeluarkan layanan 3G. Saat itu, ujar Hasnil, layanan 3G baru akan mengalami sedikit lonjakan.Pada kuartal ketiga, layanan 3G diperkirakan akan mengalami gejolak pada permintaan pasar. Hal itu juga memungkinkan subsidi silang yang dilakukan antara pihak operator dan vendor pemasok handset 3G. "Otomatis harga mungkin akan turun dengan harga paketan," ujarnya.Jatis Ecom, lanjut Hasnil, mulai menyiapkan konten untuk layanan 3G. Ini termasuk aplikasi video streaming dan konten lainnya. Seleksi AlamMenurut Hasnil, majunya sektor telekomunikasi di Indonesia dan ketatnya iklim kompetisi akan membuat beberapa pemain tumbang. Perusahaan akan diuji dari pengalaman dan kompetensi mereka dalam memberikan layanan telekomunikasi."Akan ada seleksi alam layaknya duopoli Telkom dan Indosat," ujarnya. Hal itu menurutnya, akan berujung pada pembelian kembali saham (buy back) oleh pemerintah dari pihak asing. Jatis Ecom saat ini mengklaim telah menguasai pangsa pasar layanan pendukung telekomunikasi selular sebesar 80 persen. Solusi yang disediakan Jatis Ecom diklaim oleh Hasnil sudah diterima di seluruh negara ASEAN. Bahkan menurutnya, pada tahun 2006 perusahaannya akan merambah bisnis telekomunikasi di Cina.Jatis juga mengaku sudah mendukung layanan mobile content untuk operator telekomunikasi selular seperti Maxis dan DiGi dari Malaysia, AIS dari Thailand, Singtel dari Singapura dan Starhub dari Hongkong. Untuk operator lokal, Telkomsel, Indosat, XL, Mobile-8, Esia, Flexi, CAC, menurut Hasnil sudah menjadi klien Jatis Ecom. (wicak/)





Hide Ads