Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
'3G Akan Membuat Perluasan Media Iklan'

'3G Akan Membuat Perluasan Media Iklan'


- detikInet

Jakarta - Kebiasaan orang membuka SMS dapat dimanfaatkan oleh para pengiklan untuk memasarkan produknya, apalagi nanti jika teknologi 3G sudah dapat diaplikasikan secara luas di Indonesia.Demikian pendapat Samudero Seto, Manager Product Marketing Sony Ericsson Indonesia, akan ada perluasan dalam hal periklanan dengan teknologi 3G. Menurutnya, terikatnya orang dengan ponsel merupakan pangsa pasar potensial untuk itu."Orang kan lebih cepat buka SMS dibanding melihat iklan di koran atau TV," kata Seto ketika dihubungi detikinet Selasa (5/7/2005). Sehingga, masih menurut dia, kecenderungan orang membuka SMS diperkirakan akan jadi ladang uang baru bagi para pengiklan untuk memasarkan produknya dengan teknologi 3G.Menurut Seto, dengan kemudahan itu bukan tidak mungkin nanti kita mendapat pesan iklan dalam format video streaming layaknya menonton TV. "Misalnya pas kita buka pesan, ternyata iklan sabun," jelas Seto.Memasyarakatkan 3GUntuk mewujudkan pemikiran itu, tentunya diperlukan pemasyarakatan pada layanan teknologi 3G. Hal itu tentunya dipengaruhi dari kecenderungan harga ponsel 3G dan layanannya.Menurut Mats Bosrup, Presiden Director Ericsson Indonesia, untuk mensosialisasikan 3G harus dimulai dari turunnya harga ponsel 3G. Menurutnya, sosialosasi 3G perlu mengadopsi strategi pemasaran dan sosialisasi yang dilakukan selular, yang sampai saat ini berhasil meraih 35 juta pengguna."Tergantung bagaimana caranya supaya harga ponsel 3G itu bisa murah," ujar Bosrup pada detikinet. "Bagaimana harga ponsel 3G itu bisa seperti ponsel GSM yang dijual sekitar US$40-50," jelasnya.Masih menurut dia, strategi pemasaran 3G seperti yang dilakukan operator di Swedia bisa sebagai alternatif. "Di Swedia, operator menjual layanan 3G dengan paket ponselnya sekaligus. Pelanggan cuma harus berlangganan layanan tersebut selama 2 tahun," anjurnya.Keterangan foto:Foto Mats Bosrup, Presiden Director Ericsson Indonesia. (Fotografer: Tim Detikinet) (rouzni/)




Hide Ads