Asap Angkot Ngebul? Laporkan Saja ke SMS 0817-660-0001
- detikInet
Jakarta -
Uhuk! Uhuk! Uhuk! Itu adalah suara batuk gara-gara tersedak asap hitam angkot di Jakarta yang rajin ngebul. Jelas tidak sehat. Jika Anda menemui angkot tidak sopan macam itu, segera laporkan lewat SMS di nomor 0817-660-0001.Nomor SMS itu adalah hotline Clean Air Project, Swisscontact, lembaga nonprofit yang fokus pada masalah pencemaran udara dari emisi gas buang kendaraan bermotor.Hotline itu dipasang mengingat perbaikan kualitas angkutan umum adalah tugas kita semua. Upaya mengawasi kinerja angkutan umum adalah dengan mengirim SMS bertarif Rp 350 itu."Caranya, tulis asap (spasi) jenis angkutan umum (spasi) nomor polisi contoh: asap metromini B1000XY," jelas Veronica Ponda dari Swisscontact.Veronica menjelaskan, SMS yang Anda kirimkan akan sangat berguna untuk mengawasi pencemaran lingkungan dari angkutan umum. Hasilnya akan dikumpulkan dan disampaikan ke Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Dewan Transportasi Kota Jakarta, dan dinas/instansi terkait agar mereka segera mengambil tindakan. Selain itu juga akan dikirim ke media untuk dipublikasikan secara berkala.Adapun jenis angkutan yang bisa Anda laporkan misalnya bus PPD, Mayasari Bakti, Metro Mini, Kopaja, taksi, dan bajaj."Ayo, kirim SMS ke 0817-660-000-1, biar angkot kita bebas dari asap,karena SMS Anda merupakan bentuk kontribusi untuk meningkatkan kinerja angkutan umum di Jakarta," ajak Veronica.Pekan lalu, Swisscontact memaparkan, uji emisi terhadap 1.020 angkutan umum menunjukkan bahwa 57,5% atau lebih dari separuh di antaranya tidak lulus uji sesuai baku mutu emisi kendaraan sebagaimana tertera dalam SK Gub. 1041/2000.Data dari Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan, polusi udara dari kendaraan bermotor bensin (spark ignition engine) menyumbang 70 persen karbon monoksida (CO), 100 persen plumbum (Pb), 60 persen hidrokarbon (HC), dan 60 persen oksida nitrogen (NOx).Pengukuran kualitas udara oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2002 menunjukkan, kualitas udara enam kota, yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Jambi, dan Pekanbaru dalam kategori baik hanya terjadi 22-62 hari dalam setahun. Kecuali Jambi dan Pekanbaru, buruknya kondisi udara di kota tersebut lebih disebabkan oleh pencemaran kendaraan bermotor, sebagai sumber bergerak.Dalam hal ini Jakarta menempati peringkat tertinggi. Di ibu kota negeri ini sepanjang tahun lalu, hanya 22 hari udara dalam kondisi baik. Selebihnya 223 hari dalam tingkat pencemaran sedang, 95 hari berudara tidak sehat, dan 4 hari sangat tidak sehat.
(wicak/)