Kamis, 29 Mar 2018 16:45 WIB

Analisa Potensi Cuan Bisnis Baru Telkomsel

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Telkomsel (detikINET/Achmad Rouzni Noor II) Telkomsel (detikINET/Achmad Rouzni Noor II)
Jakarta - Harga saham Telkom sejak awal tahun terus mengalami fluktuasi. Bahkan baru-baru ini harga saham emiten berkode TLKM tersebut mengalami koreksi yang cukup signifikan.

Lalu bagaimana sebenarnya kinerja keuangan BUMN telekomunikasi yang menjadi salah satu penggerak IHSG di Bursa Efek Indonesia tersebut?

Victoria Venny, analis saham MNC Securities, menilai secara fundamental kinerja keuangan Telkom hingga akhir tahun 2017 masih sesuai dengan prediksi yang dibuat oleh pihaknya.

Pertumbuhan pendapatan dan bottom line masih positif yang didukung dari bisnis selular melalui Telkomsel. Dalam laporan keuangan Telkom 2017 disebutkan bahwa bisnis Telkomsel menopang 53% revenue Telkom.

"Meskipun ada pergeseran bisnis dari voice dan SMS ke layanan data, namun kami melihat kinerja keuangan Telkom dan Telkomsel masih sangat prospektif. Ini dibuktikan dengan terus meningkatnya revenue dari layanan data Telkomsel dari tahun ke tahun," paparnya dalam analisa yang dirilis Kamis (29/3/2018).

Ditambah lagi setiap tahun dividen payout ratio yang dibagikan Telkom terbilang besar yaitu lebih dari 60% dari laba bersih. "Sehingga MNC Securities masih merekomendasikan buy untuk saham Telkom," lanjut Venny.

Dari info memo yang diterbitkan Telkom, pertumbuhan revenue, EBITDA dan net income Telkomsel di tahun 2017 yang lalu cukup lumayan, yaitu tumbuh masing-masing 7,5%, 7,7% and 7,8% YoY.



Potensi Cuan Bisnis Baru Telkomsel dari Kacamata AnalisTelkomsel masih gencar membangun jaringan di pelosok negeri (Foto: Grandyos Zafna/detikINET)


Double Digit

Dari pencapaian di tahun 2017 tersebut, Venny optimistis di tahun 2018 ini kinerja keuangan Telkom dan Telkomsel masih akan meningkat.

Kinerja yang menjanjikan tersebut diperkirakan akan disumbang dari pertumbuhan pendapatan dari bisnis selular khususnya mobile internet Telkomsel.

"Melihat prospek tersebut MNC Securities optimistis pertumbuhan top line dan bottom line Telkomsel masih dapat terjadi di double digit," kata Venny penuh semangat.

Sentimen registrasi prabayar yang selama ini membayang-bayangi perusahaan telekomunikasi dinilai Venny tak akan banyak mempengaruhi kinerja keuangan Telkom dan Telkomsel.

Justru dengan adanya registrasi prabayar ini bisa memberikan keuntungan tersendiri bagi Telkomsel. Berbeda dengan operator lainnya yang masih terus berjuang untuk mendapatkan pelanggan dari perang harga dan penjualan starter pack.
.
"Konsumen Telkomsel memang segmented dan sedikit berbeda dari operator lainnya. Dengan memiliki coverage jaringan yang luas dan terbaik di Indonesia membuat konsumen Telkomsel jauh lebih loyal dibandingkan operator lainnya. Jadi menurut saya registrasi prabayar ini justru akan memberikan dampak positif untuk Telkomsel dan pada industri telekomunikasi pada umumnya,"papar Venny.

Terlebih lagi sebagai anak usaha dari Telkom, membuat Telkomsel memiliki memiliki kemampuan untuk mengembangkan jaringan baik itu backbone maupun last mile hingga pelosok negeri.

Potensi Cuan Bisnis Baru Telkomsel dari Kacamata AnalisTitik-titik pembangunan jaringan Telkomsel (Foto: Grandyos Zafna/detikINET)


Ini dibuktikan pada tahun 2017 yang lalu Telkomsel berhasil membangun tambahan 31,672 BTS baik itu 3G maupun 4G di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan tambahan BTS baru tersebut, hingga tahun 2017 Telkomsel sudah mengoperasikan tidak kurang dari 160.705 unit atau tumbuh 24,5%. Dari jumlah tersebut 70% merupakan BTS berteknologi 3G dan 4G.

Penambahan jumlah BTS yang sangat pesat tersebut Venny optimistis, Telkomsel dapat mempertahankan jumlah pelanggannya dan melayani lebih banyak lagi konsumen yang selama ini belum menikmati layanan telekomunikasi.



Potensi Cuan Bisnis Baru Telkomsel dari Kacamata AnalisInfrastruktur jaringan Telkomsel di area tapal batas (Foto: Grandyos Zafna/detikINET)


Dongkrak Revenue Data

Masih berdasarkan info memo yang diterbitkan Telkom, disebutkan bahwa jumlah pelanggan Telkomsel tahun 2017 sudah mencapai 196,3 juta. Jika dibandingkan dengan pelanggan di tahun 2016 yang lalu, jumlah tersebut meningkat 12,9%.

Langkah Telkom dan Telkomsel yang terus menggembangkan bisnis di luar voice, SMS dan data seperti gencar menggembangkan bisnis Digital Lifestyle, Mobile Financial Services, Digital Banking dan layanan Digital Advertising, dinilai analis saham telekomunikasi ini cukup tepat.

Dengan akusisi dan penggembangan usaha ke bisnis fintech dan IOT, membuat potensi pendapatan Telkomsel tidak tergantung lagi dari voice, SMS dan data. Justru penggembangan new business dilihat Venny sebagai potensi pendapatan Telkom dan Telkomsel di masa mendatang.

Pengembangan usaha di luar bisnis intinya, dipastikan akan meningkatkan pertumbuhan trafik data Telkomsel. Selama dua tahun terakhir pertumbuhan pendapatan Telkomsel dari layanan data selalu double digit.

Dengan meningkatnya trafik yang berasal dari usaha baru seperti fintech dan layanan OTT, memberikan optimisme analis saham MNC Securities akan revenue Telkomsel yang terjaga di double digit.

"Revenue layanan data Telkomsel selalu tumbuh double digit dan jumlahnya dari tahun ke tahun terus meningkat. Perubahan teknologi dan kapasitas jaringan yang besar sangat menguntungkan Telkomsel dalam memperbesar revenue di layanan data. Tahun ini saya yakin pertumbuhan revenue data Telkomsel bisa double digit lagi,"ujar Venny.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Telkom disebutkan, trafik data Telkomsel menggalami kenaikan sebesar 126.2% menjadi 2,168,245 terabyte. Lonjakan trafik tersebut mampu mendongkrak pendapatan Telkomsel dari bisnis layanan data.

Potensi Cuan Bisnis Baru Telkomsel dari Kacamata AnalisMenara radio telekomunikasi yang dibangun Telkomsel (Foto: Grandyos Zafna/detikINET)


Saat ini pendapatan yang disumbang dari Digital Business Telkomsel sudah memegang porsi 42,3% dari total revenue perseroan. Padahal tahun 2016 yang lalu kontribusi revenue data di Telkomsel baru 35,4% dari total pendapatan perseroan.

Kenaikkan revenue Telkomsel tersebut dinilai sangat baik disaat industri telekomunikasi nasional masih diwarnai perang tarif layanan data. Strategi Telkomsel yang tidak pernah mau terpancing dalam perang harga di layanan data dinilai analis saham MNC Securities sudah tepat.

Hal tersebut ditujukan untuk menjaga kesinambungan usaha dan kualitas layanan. Venny melihat kualitas dan layanan yang saat ini diberikan oleh Telkomsel kepada pelanggannya jauh di atas emiten telekomunikasi lainnya.

"Dengan cost structure perusahaan telekomunikasi yang semakin besar, saya melihat potensi perang harga di tahun 2018 tidak akan sebesar di tahun sebelumnya. Dan ini menguntungkan industri telekomunikasi nasional,"pungkasVenny.
(rou/rou)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed