Kamis, 15 Mar 2018 18:07 WIB

Internet di Bali Saat Nyepi, Sudah Pasti Semua Mati?

Adi Fida Rahman - detikInet
Menkominfo Rudiantara. Foto: Ari Saputra Menkominfo Rudiantara. Foto: Ari Saputra
FOKUS BERITA Nyepi Tanpa Internet
Jakarta - Pemerintah telah mengeluarkan imbauan kepada operator seluler di Indonesia untuk menonaktifkan layanan data saat Hari Raya Nyepi. Tapi diikuti atau tidak, itu semua dikembalikan pada operator sendiri.

Demikian diungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara saat ditemui usai peluncuran data center Alibaba Cloud di Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Ia mengakui, memang ada seruan dan harapan dari tokoh dan kelompok keagamaan agar saat Hari Nyepi, operator seluler menonaktifkan layanan data atau internet. Menyikapi itu, Rudiantara pun lantas berkonsultansi dengan sejumlah pihak.

"Menyikapi ini saya menghormati, Bali itu memiliki kekhasan, antara lain menjadi tujuan wisata utama asing dan domestik. Jadi pendekatannya harus pada stakeholder. Saya konsultasi dengan Menteri Agama dan Dirjen Bimas Hindu. Saya konsultansi juga dengan banyak pihak di Bali," ungkap pria yang kerap disapa Chief RA ini.



Setelah konsultasi, akhirnya diputuskan keputusan kembali kepada operator masing-masing. Mereka boleh memutuskan untuk tetap aktif dan menonaktifkan layanan internet saat Hari Nyepi nanti. Salah satu alasannya terkait proses teknis.

Proses menonaktifkan layanan data secara teknis memang bisa dilakukan oleh operator, hanya saja butuh waktu karena masing-masing operator punya kemampuan yang beda-beda.

Ada yang bisa secara cepat, sebaliknya ada pula yang lambat. Selain itu ada yang pengontrolannya mungkin di Surabaya, ada yang di Bali.

"Ada hal teknis yang harus diperhitungan, himbauan tersebut baru awal bulan inikan keluarnya. Kalau, misalnya, nomor di Bali ada data atau tidak, itukan harus ada proses teknis. Tidak seperti saklar listrik dimatihidupkan, ada proses teknis," ujar Rudianta.

"Beda-beda arsiteknya. Itu masalah teknis semua. Tapi intinya kami hormati seruan dan harapan tersebut," pungkas Menkomfinfo.



Seperti diberitakan sebelumnya Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali menyerukan agar pada Hari Raya Suci Nyepi tahun ini tidak melakukan aktivitas di internet, di samping kegiatan lain yang sudah dilarang sebelumnya.

Seperti yang tertera pada poin keempat, operator seluler diminta untuk tidak menyediakan fasilitas internetan bagi pelanggan seluler. Hal itu demi menjaga kekhusyukan perayaan umat Hindu ini.

Operator seluler, dituliskan oleh Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Provinsi Bali, agar mematikan layanan internet hari Sabtu, 17 Maret 2018 dari pukul 06.00 Wita s/d Minggu, 18 Maret 2018 pukul 06.00 Wita.

Usulan tersebut didukung oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kemarin (14/3). Operator seluler diimbau untuk melaksanakan usulan tersebut, namun di saat yang bersamaan operator juga harus tetap menjaga kualitas layanan di area strategis. (fyk/rou)
FOKUS BERITA Nyepi Tanpa Internet

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed