Indosat Akan Uji Coba 3G di Dua Kota
- detikInet
Jakarta -
Dalam waktu dekat Indosat akan melakukan uji coba jaringan 3G di Jakarta dan Surabaya. Diharapkan hal itu akan meningkatkan peluang Indosat mendapatkan lisensi 3G.Hal itu dikemukakan Wityasmoro Sih Handayanto, Direktur Planning dan Project Development Indosat, di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham di Gedung Indosat, Rabu (8/6/2005). "Dalam waktu dekat Indosat akan trial 3G di dua kota, Jakarta dan Surabaya," ujarnya.Wityasmoro berharap, setelah melakukan trial tersebut, peluang untuk mendapatkan lisensi 3G bagi Indosat akan lebih mudah. Sampai saat ini frekuensi untuk telekomunikasi seluler generasi ketiga itu masih 'diperebutkan' oleh berbagai operator.Dalam kesempatan yang berbeda Menteri Komunikasi dan Informatika, Sofyan Djalil, mengatakan proses tender ulang 3G kemungkinan akan dilakukan bulan Juli mendatang. Pada tender ulang tersebut, Sofyan berjanji, semua operator seluler akan mendapat kesempatan.Sofyan juga sempat menyebutkan ada kemungkinan menggeser frekuensi yang saat ini digunakan Indosat StarOne. Pasalnya teknologi CDMA yang digunakan StarOne memakai pita frekuensi yang termasuk dalam pita frekuensi 3G. Mengenai hal itu jajaran direksi Indosat belum mau berkomentar apa-apa. Namun menurut Wityasmoro pergeseran tersebut masih berupa wacana."Semoga pergeseran frekuensi tersebut tidak berpengaruh pada pelanggan StarOne," ia menambahkan.Dirut BaruSaat ini Indosat telah mendapatkan Direktur Utama baru sebagai pengganti Widya Purnama yang 'ditarik' ke Pertamina. Posisi itu kini dipegang oleh Hasnul Suhaimi. Menurut Hasnul, saat ini pangsa pasar StarOne di Pulau Jawa mencapai sekitar 32-33 persen dari pasar CDMA di Indonesia. Sedangkan di luar Jawa sekitar 20-25 persen. Secara keseluruhan, pelanggan seluler Indosat telah melebihi 12 juta. Pertumbuhan sebesar 1,6 juta pelanggan dialami Indosat selama bulan Maret dan April yang lalu.Menurut Wakil Dirut Indosat, Ng Eng Ho, tahun 2005 ini Indosat menganggarkan biaya investasi atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 900 juta. Sebanyak Rp 1,1 triliun telah didapat dari penerbitan obligasi keempat dan obligasi syariah ijarah. Tingginya capex itu tidak harus diperoleh dari dana di pasar, tapi juga menggunakan dana kas internal. Sebanyak 80 persen investasi itu dialokasikan untuk seluler dalam rangka mengembangkan coverage, kapasitas dan memperbaiki kualitas jaringan. "Ini dilakukan supaya bisa berkompetisi dan tumbuh lebih baik," kata Ho. Wahyu Wijayadi, Direktur Corporate Market Indosat, mengungkapkan jaringan StarOne akan diperluas hingga mencakup 15 kota besar di luar jawa. "Tahun 2005 diharapkan StarOne akan meng-cover secara penuh daerah-daerah padat penduduk," ia menambahkan.
(wicak/)