Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Pancaran Radiasi Lebih Besar
Ponsel di Pedesaan Lebih Berbahaya?
Pancaran Radiasi Lebih Besar

Ponsel di Pedesaan Lebih Berbahaya?


- detikInet

Jakarta - Pengguna ponsel di pedesaan lebih berisiko terkena kanker otak daripada di perkotaan. Masalahnya, lokasi BTS yang jauh 'memaksa' ponsel memancarkan radiasi lebih besar.Itu adalah kesimpulan yang ditarik dari sebuah penelitian di Swedia. Sperti dilansir Independent, Selasa (17/05/2005), para ilmuwan percaya bahwa risiko tumor otak bagi pengguna ponsel di pedesaan tiga kali lebih besar dari pengguna di perkotaan. Penelitian dilakukan terhadap kebiasaan penggunaan ponsel 1400 penderita tumor otak dan 1400 manusia sehat. Meski demikian, peneliti tersebut mengakui hal itu belum bisa membuktikan bahwa ponsel bisa menyebabkan tumor otak. Studi itu diterbitkan di jurnal 'Occupational and Environmental Medicine' dengan responden berusia 20-80 tahun yang didiagnosa positif mengidap tumor otak biasa maupun tumor otak ganas (kanker). Profesor Lennart Hardell, spesialis kanker dari Rumah Sakit Universitas Orebro Swedia, berpendapat studi itu menunjukkan adanya hubungan dosis radiasi gelombang mikro dari ponsel dengan risiko tumbuhnya tumor otak. "Ini bukti, tapi kita harus menunggu studi lanjutan. Setidaknya ini menunjukkan bahwa penggunaan ponsel harus dibatasi, terutama pada anak-anak," ujarnya. Studi tersebut tidak membuktikan adanya hubungan antara perkembangan tumor dengan lamanya penggunaan ponsel. Lebih lanjut, studi itu menemukan risiko tumor otak lebih besar pada pengguna ponsel digital daripada ponsel analog.Menurut Hardell, hal itu mungkin disebabkan sistem adaptive power control pada ponsel digital. Sistem tersebut secara otomatis akan meningkatkan sinyal ponsel jika lokasi Base Transmitter Station (BTS) terlalu jauh. Peningkatan tersebut, lanjut Hardell, bisa memancarkan emisi radiasi hingga 10 kali lebih kuat dibandingkan penggunaan biasa. "Sedangkan pada ponsel analog, radiasi yang dipancarkan selalu tetap," ujarnya.Studi tersebut masih ditanggapi dingin oleh pihak berwenang. "Ada baiknya pengguna ponsel menunggu hasil studi internasional Interphone yang saat ini sedang dijalankan. Studi tersebut dilaksanakan di 13 negara dan dapat menunjukkan apakah benar ada risiko kanker dari penggunaan ponsel," ujar jurubicara Dinas Kesehatan Inggris.Menurut jurubicara tersebut, hasil penelitian di Swedia itu menunjukkan bahwa masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan ponsel, terutama anak-anak. Namun ia juga mengingatkan adanya riset lain yang tidak menemukan hubungan langsung antara kanker otak dengan penggunaan ponsel. (wicak/)







Hide Ads