Kerjasama Polisi dan Operator
SMS Bantu Cari Anak Hilang
- detikInet
Jakarta -
Kepolisian Washington, Amerika Serikat (AS) kini sudah memanfaatkan ponsel untuk menyebarluaskan berita kehilangan anak. Layanan ini diberikan gratis oleh sebagian besar operator ponsel. Para pelanggan jaringan ponsel akan mendapatkan pesan teks pada pesawat telepon mereka ketika ada seseorang yang kehilangan anaknya. Informasi ini mulai diberlakukan industri nirkabel AS Selasa lalu (17/5/2005).Sampai saat ini, di Amerika, sekitar 200 hingga 250 pemberitahuan anak hilang dipublikasikan tiap tahunnya. Informasi tersebut disebarluaskan lewat internet, radio, dan stasiun televisi. Bahkan, dipasang pula pengumuman di sepanjang jalan utama tempat sang anak diperkirakan hilang.Para pengguna ponsel yang ingin membantu usaha pencarian dan butuh informasi tersebut, dapat menentukan area pencarian--paling banyak 5 area kode pos. Selanjutnya orang itu akan menerima pesan jika memang benar anak yang dilaporkan hilang berada di salah satu area tersebut.Disamping informasi anak hilang, pelanggan juga dapat memperoleh informasi mengenai isu-isu penting--yang butuh perhatian khusus-- di seputar wilayah mereka. "Dengan lebih dari 60 persen orang Amerika yang memiliki piranti nirkabel dan jarang sekali dari mereka yang bepergian tanpa alat tersebut, tentunya hal ini akan meningkatkan cakupan program siaga anak hilang yang sedang kami gencarkan," tutur Steve Largent, Presiden Asosiasi Telekomunikasi Selular dan Internet kepada Associated Press dan dikutip detikinet Rabu (18/5/2005).Cara warga berpartisipasi dalam program ini adalah dengan mendaftar ke situs www.wirelessamberalerts.org. Setelah terdaftar, pelanggan akan mendapatkan pesan mengenai ciri-ciri anak yang hilang dan nomor kontak bagi yang ingin melapor penampakan si anak.Sejak kemunculan program siaga anak hilang ini tahun 1997, dilaporkan sebanyak 200 anak diketemukan. Demikian, menurut data dari National Center for Missing and Exploited Children.Di Amerika program siaga anak hilang ini diberi nama 'Amber Alert'. Sistem tersebut diberi nama demikian berdasarkan insiden pembunuhan yang terjadi pada Amber Hagerman. Amber Hagerman adalah seorang anak berusia 9 tahun dari Arlington Texas, korban penculikan yang tewas terbunuh. Ketika diculik ia sedang mengendarai sepedanya dekat rumah. Kejadian ini terjadi sekitar tahun 1996.Dengan kejahatan terhadap anak yang sepertinya kian marak juga terjadi di Jakarta, kapan kita akan mengadopsi cara ini?
(wicak/)