Telkomsel akan Operasikan 3G di Pertengahan 2005
- detikInet
Jakarta -
PT Telkomsel akan mengoperasikan layanan berbasis teknologi generasi ketiga (3G) pada pertengahan 2005. Meski izin frekuensi belum dikantongi, Telkomsel optimis pihaknya akan mendapat izin sebelum layanan diluncurkan."Pertengahan tahun ini kita berencana akan mengoperasikan layanan 3G. Saat ini kita sudah melakukan uji coba dan berbagai percobaan," kata Direktur Utama Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, di acara perkenalan Dirut Telkomsel yang baru, di Plaza Senayan Jakarta, Kamis (31/3/2005).Menurutnya, saat ini perseroan belum mendapat izin frekuensi secara formal, namun pihaknya yakin akan bisa memperoleh izin tersebut sebelum layanan diluncurkan. Teknologi 3G merupakan tahap lanjutan dari teknologi telekomunikasi seluler yang ada saat ini. Teknologi ini memungkinkan transmisi data berlangsung lebih cepat, sehingga layanan-layanan seperti video streaming bisa ditransmisikan antar ponsel atau PDA yang sesuai. Telkomsel merupakan operator seluler yang giat menyiapkan infrastrukturnya untuk menuju layanan berbasis teknologi 3G. Namun begitu, pemerintah belum memberi izin frekuensi kepada Telkomsel, maupun operator seluler lainnya. Pemerintah, melalui Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Postel) Departemen Perhubungan, memberi izin frekuensi 3G kepada PT. Natrindo Telepon Seluler (NTS) dan PT. Cyber Access Communications (CAC), dengan harapan kedua perusahan tersebut akan menjadi penyedia layanan 3G.Dalam perkembangannya, NTS dan CAC tidak kunjung mengembangkan layanan tersebut, dan belakangan diketahui bahwa kedua perusahaan ini menjual sebagian sahamnya ke operator asing.Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sofjan Djalil - yang sekarang membawahi Dirjen Pos dan Telekomunikasi - menyatakan niatnya untuk mengaudit pemberian lisensi frekuensi kepada kedua perusahaan tersebut. Bila terbukti ada pelanggaran hukum dalam pemberian izin tersebut, Menteri tidak segan-segan mencabut izin yang sudah diberikan. Rencana audit yang dilakukan Sofjan Djalil, bisa jadi merupakan alasan dibalik optimisme Telkomsel untuk mendapatkan izin sebelum pertengahan tahun.Sebelumnya, Telkomsel juga telah melakukan uji coba terhadap infrastruktur EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution), satu tahapan teknologi sebelum 3G. Dengan bekal ini, tentunya Telkomsel hanya perlu melakukan sedikit langkah untuk mencapai pengimplementasian 3G secara penuh.Dalam pernyataannya, Kiskenda tidak menyebutkan besar pendapatan dan jumlah pelanggan yang ditargetkan dari layanan 3G yang tengah disiapkannya. "Yang penting kita muncul dulu, karena untuk 3G kita sudah siapkan infrastrukturnya," katanya.Targetkan 22 Juta PelangganPersiapan menuju 3G disiapkan Telkomsel, termasuk dari segi biaya. Tahun 2005, Telkomsel menganggarkan belanja modal (Capital Expenditure-Capex) sebesar US$ 700 juta, yang berasal dari internal perusahaan. Dana tersebut, dialokasikan terutamanya untuk memperkuat bisnis yang sudah ada saat ini, serta untuk membiayai pengembangan 3G. Telkomsel juga menargetkan bisa mencapai 22 juta pelanggan, hingga akhir 2005. Naik dibanding akhir tahun 2004 yang mencapai 16 juta. "Kia optimis bisa mencapai target tersebut, karena kami memiliki brand yang sudah sangat dikenal," kata Kiskenda. Strategi yang akan dipakai Telkomsel untuk meraih pelanggan baru adalah dengan memasuki daerah-daerah yang belum jenuh. Sedang untuk kawasan yang sudah jenuh, perseroan akan berupaya meningkatkan pemakaian, dengan meningkatkan kualitas layanan.
(ien/)