Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Gempa di Nias, Telekomunikasi Terganggu

Gempa di Nias, Telekomunikasi Terganggu


- detikInet

Jakarta - Sambungan telekomunikasi dari dan ke Nias terganggu pasca bencana gempa. Sejumlah infrastruktur milik operator dikabarkan terganggu, sementara ada yang tetap dalam kondisi baik.Gempa berkekuatan 8,2 skala Richter melanda Nias dan sekitarnya Senin (28/3/2005) malam. Selasa pagi, sejumlah nomor telepon di kawasan sekitar Nias, gagal dihubungi. Baik telepon tetap, seluler maupun nomor fixed wireless, beberapa diantaranya sulit dihubungi. Telkom menyampaikan bahwa infrastruktur di Nias memang ada gangguan di beberapa titik. Infrastruktur Telkom di Nias meliputi 2 Sentra Telepon Otomat (STO) di Sinabang dan Singkil. Di Singkil ada 4 Base Transceiver Station (BTS) Flexi dan 1 STO. Sementara untuk wilayah Kandatel Sumatera Utara, infrastruktur telekomunikasi di Nias tersebar di Gunung Sitoli (1 STO di Nias dan 2 BTS Flexi) dan Teluk Dalam (1 STO dan 1 BTS Flexi). Hanya saja belum ada konfirmasi titik-titik mana saja yang mengalami kerusakan.Demikian halnya dengan Telkomsel. Sampai berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum mengonfirmasikan bagaimana kondisi infrastruktur di Nias dan sekitarnya, pasca bencana. Namun sejumlah nomor Simpati di Sumatera Utara sulit dihubungi, meski ada nomor kartu Halo di kawasan tersebut yang sukses menerima panggilan.Sementara Indosat menyampaikan infrastrukturnya di Nias baik-baik saja. Andir Tambunan, External Relations Indosat Regional Sumatera menjelaskan, Indosat memiliki 2 BTS di Nias yang masing-masing ada di ibu kota Nias, Gunung Sitoli, dan di Teluk Dalam yang ada di Nias bagian selatan. Disampaikan Andir, BTS-BTS tersebut ada dalam kondisi aman. Demikian halnya dengan sejumlah BTS di sekiar Nias seperti di daerah pinggiran pantai barat di Sibolga (2 BTS), Singkil (2 BTS) dan Meulaboh (1 BTS).Dijelaskan Andir, kalau pun ada komunikasi yang terganggu, kemungkinan hal itu disebabkan karena trafiknya melebihi batas. "Infrastruktur di Gunung Sitoli mampu menangani 90 percakapan secara bersamaan, di Teluk Dalam 50 percakapan, Sibolga 90 percakapan, Singkil 90 percakapan secara bersamaan. Sementara di Meulaboh BTS-nya berkapasitas besar yaitu 180 percakapan secara bersamaan, dan bisa GPRS" papar Andir. "Jadi kalau ada panggilan yang gagal, kemungkinan itu karena trafiknya melebihi kapasitas," imbuhnya.Indosat memakai satu Home Location Register yang sama untuk wilayah Sibolga dan sekitarnya, termasuk Nias. Andir mengatakan, ada sekitar 5.000 pelanggan di kawasan tersebut.Sementara itu, PT. Excelcomindo Pratama (XL) belum menyebarkan infrastrukturnya sampai ke Nias. "Gangguan dilaporkan terjadi di Medan. Tapi itu bukan karena kerusakan infrastruktur, melainkan karena putusnya asupan listrik dari PLN," kata Firman AJ, Corporate Communication XL. (ien/)







Hide Ads