'Pasar Kabel di Indonesia Cukup Menjanjikan'
- detikInet
Jakarta -
Dari tahun 2003 hingga 2007, prosentase pasar kabel di Indonesia meningkat rata-rata 9,2 persen per tahun. Systimax melihat Indonesia sebagai lahan dengan pertumbuhan yang cukup menjanjikan.Hal itu disampaikan Ispran Kandasamy, Vice President Systimax, mengutip data dari perusahaan riset BRSIA. Menurutnya, pola pertumbuhan di masing-masing negara tidak sama."Untuk seluruh Asia Pasific, potensi pasar kabel nilainya sekitar US$ 600-700 juta. Menarik memang, kalau dilihat ada negara yang pertumbuhannya lambat ada juga yang cepat seperti India dan Cina. Tapi yang penting untuk dicatat adalah, kami melihat pertumbuhan di Indonesia cukup menjanjikan." tambah Kandasamy, pada peluncuran Systimax Solution GigaSPEEDx10D di Hotel Grand Hyatt, Senin (18/04/2005).Menurut BRSIA -- perusahaan riset yang fokus pada data potensial market untuk industri kabel -- total pasar kabel untuk Indonesia pada tahun 2003 adalah senilai USD 6 juta. Kandasamy menilai, sebenarnya angka tersebut masih terlalu kecil untuk sebuah negara dengan total penduduk 200 juta. Tapi pada tahun 2004, nilai potensi pasarnya naik jadi US$ 6,9 juta dan pada 2005 naik lagi menjadi US$ 7,5 juta. Systimax adalah unit usaha dari CommScope Company, yang bergerak di bidang sistem pengkabelan terstruktur dan menyediakan solusi konektivitas end-to-end untuk suara, video dan aplikasi manajemen gedung, baik untuk jaringan kabel dari nirkabel.Di Indonesia, Systimax mempunyai klien 160 perusahaan di Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, Systimax meluncurkan produk terbarunya, Systimax GigaSPEED X10D, yaitu solusi kabel Unshield Twisted Pair (UTP) yang mampu mendukung ethernet 10 Gigabit. Perusahaan tidak menyebutkan target angka yang ingin diraihnya, tapi Kandasamy mengatakan, perusahaannya sangat berminat untuk memperluas pasar di Indonesia. Terutama bagi perusahaan yang membutuhkan bandwidth tinggi, misalnya perusahaan farmasi, bank atau institusi keuangan lainnya.Russel Julius, Tecnical Director Asia Systimax mengatakan, 10 GB ethernet merupakan jawaban akan kebutuhan bandwidth. Systimax juga masih akan terus mengembangkan penelitiannya untuk menjawab akan kebutuhan bandwidth. "Klien kami baik di Indonesia maupun di dunia, masuk dalam kategori TOP 500 FORTUNE (500 perusahaan terbesar didunia versi majalah FORTUNE). Saat ini kami juga sedang menginstall beberapa proyek dengan TELKOM. Tapi kami belum bisa memberi informasi detail, proyek yang dimaksud." kata Ispran. Chee Chern Chun, Director Asean Systimax, mengatakan bahwa saat ini perusahaannya menguasai 30 persen pangsa pasar di Indonesia. Tidak hanya perusahaan yang masuk TOP 500 FORTUNE, tapi juga perusahaan-perusahaan lokal. Diantaranya adalah perusahaan migas dan beberapa manufaktur. Sejumlah nama seperti EXXON, Shell, Unocal, MEDCO, Total, Premier dan beberapa bank asing seperti Citibank, adalah perusahaan pengguna produk Systimax.
(rouzni/)