Hasil Riset Ericsson
Separuh Asia Inginkan Layanan 3G
- detikInet
Jakarta -
Sebagian pengguna layanan telekomunikasi seluler di Asia ternyata sudah menginginkan layanan 3G. Salah satunya, menonton televisi lewat ponsel. Hal itu terungkap dari riset yang dilakukan Ericsson Consumer Lab. Riset itu menunjukkan adanya keinginan kuat pengguna untuk mendapatkan layanan telekomunikasi seluler yang lebih dari hanya sekadar suara. Dengan kata lain, pengguna mulai menginginkan layanan telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G).Menurut riset tersebut, sekitar 50 persen anak muda di Asia menginginkan layanan beragam dari operator telekomunikasi seluler. Riset itu dilakukan Ericsson di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia dan Filipina.Dari riset tersebut terungkap, menonton TV pada ponsel masuk dalam urutan lima besar layanan terfavorit. Hal itu termasuk menonton siaran TV, mengakses internet, mengirim email, mendownload video klip, serta chatting. Peter Hjorth, Marketing Manager Product Management WCDMA Ericsson AB, berpendapat permintaan itu masih cukup sulit untuk dilakukan di Indonesia. Mengingat belum adanya teknologi yang mendukung. Salah satu teknologi tersebut adalah High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) pada jaringan Wideband CDMA (WCDMA). "Kami ingin anda juga merasakan teknologi WCDMA" kata Peter. "Operator di Swedia sudah menyediakan fasilitas tersebut dengan harga flat, " tambah Peter pada Mobile Broadband Roadshow Ericsson di Hotel Intercontinental MidPlaza, Jakarta, Jumat (15/04/2005).Operator Sudah MauOperator di Indonesia agaknya juga sudah 'tidak sabar' untuk menghadirkan layanan 3G. "Permintaan untuk 3G sudah diminta ke kita oleh beberapa operator," kata Dewi Widiyanti, Vice President Communications Ericsson Indonesia. Keinginan operator tersebut juga yang menyebabkan Sony Ericsson, 'saudara' Ericsson di bidang ponsel, ingin menghadirkan ponsel 3G di Indonesia. Meskipun, sampai saat ini, belum ada operator 3G di Indonesia.Masalahnya, ujar Sugianto Tanudin, 3G Champion Ericsson Indonesia, banyak operator yang belum mengantungi izin dari pemerintah. Padahal, lanjutnya, infrastruktur untuk WCDMA sudah ada. Namun untuk penerapan HSDPA, Sugiarto mengatakan, masih tergantung operator. "Perlu waktu untuk untuk memasyarakatkan jaringannya. Variabelnya banyak," Sugiarto menambahkan. Dalam kesempatan tersebut, Ericsson melakukan simulasi HSDPA pada jaringan WCDMA. Dalam simulasi tersebut, didemonstrasikan tiga kondisi yang berbeda untuk mengakses HSDPA yaitu dari rumah, kantor dan di kendaraan.
(rouzni/)