Menko Perekonomian Resmikan USO Berbasis IP
Selasa, 03 Mei 2005 09:43 WIB
Jakarta - Program Universal Service Obligation (USO) atau Kewajiban Pelayanan Universal tahap kedua tahun 2004, dengan teknologi telepon berbasis Internet Protocol (IP) telah diresmikan. Program ini diimplementasikan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, daerah sasaran program USO yang selama ini terisolasi telekomunikasi. Infrastruktur telekomunikasi berbasis IP ini dibangun oleh PT. Pasifik Satelit Nusantara. Dalam implementasi USO tahap kedua tahun 2004 ini, PSN yang merupakan perusahaan telekomunikasi berbasis satelit swasta pertama di Indonesia, dipercaya untuk mengimplementasikan USO 2004 dengan dua teknologi yaitu dengan teknologi Portable Fixed Satellite (PFS) dan teknologi berbasis IP (Internet Protocol). Peresmian dilakukan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie yang sempat melakukan ujicoba telepon berbasis IP dengan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono."Infrastruktur telekomunikasi berbasis IP di tahun 2004 ini, akan melayani 9 desa dengan 288 satuan sambungan telepon (SST) di daerah Sulawesi Selatan yaitu kabupaten Barru, kecamatan Barru, kecamatan Soppeng dan kecamatan Balusu," kata Adi R. Adiwoso, CEO PSN, dalam keterangan tertulisnya. Selain sebagai pelaksana pembangunan fasilitas telekmomunikasi di daerah USO, PSN juga melakukan pemeliharaan perangkat selama 1 (satu) tahun sejak tanggal serah terima perangkat. Sedangkan hal-hal yang berkaitan dengan layanan administrasi, penagihan, dan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi akan dilakukan oleh PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Unit KSO Divisi Regional VII selaku penyelenggara jaringan telekomunikasi lokal dan sebagaimana layaknya yang telah berjalan selama ini dengan fasilitas telekomunikasi yang telah ada.Infrastruktur telekomunikasi ini terdiri dari Base Station Controller (BSC), yang merupakan pusat atau sentral dari teknologi ini. Perangkatnya terdapat di Kantor Telkom STO Barru, Base Transceiver Station (BTS) yang merupakan tower-tower yang terpasang di tiap desa, lokasi pemasangannya terdapat di lokasi instansi daerah (Kantor Kepala Desa). Berjumlah 8 tower yang tersebar, serta Customer Premise Equipment (CPE) yang merupakan perangkat antenna, radio dan IP Phone yang dipasang di berbagai fasilitas umum.Telepon Satelit di 1.600 DesaSelain mengimplementasikan telekomunikasi dengan IP-Based, dalam USO 2004, PSN juga ditunjuk sebagai pengimplementasi telepon berbasis teknologi Portable Fixed Satellite (PFS) di kurang lebih 1600 desa, yaitu dengan telepon bermerk PASTI. Pada USO 2003, PSN mengimplementasikan PASTI di 2975 desa di seluruh Indonesia. Sejak 1997 PSN telah membangun mengembangkan VSAT Xpress Connection atau TUS (Telepon Umum Satelit) sebagai infrastruktur telekomunikasi di daerah terpencil. Selain itu, PSN juga bekejasama dengan Telkom-KSO Divre III, Divre IV, Divre I dan Divre VI. Vsat Express Connection ini yang menjadi awal telpon tetap berbasis satelit yang dikenal dengan nama PASTI tersebut."PFS hingga saat ini masih menjadi teknologi yang dapat diandalkan untuk daerah berpopulasi rendah dan tersebar, sedangkan teknologi dengan IP adalah teknologi masa depan yang lebih efisien karena package switch yang digunakan lebih efisien untuk data dan internet," kata Adi R. Adiwoso. "Dengan mulai diterapkannya teknologi IP, maka di masa yang akan datang, daerah rural di Indonesia yang memiliki fasilitas telekomunikasi dengan IP, akan memiliki kemampuan voice, data dan internet," paparnya.Meski demikian, Adi R. Adiwoso juga menekankan bahwa keberhasilan dan keefektifan program USO bukan saja ditentukan oleh teknologi yang digunakan, namun juga sangat ditentukan oleh keberhasilan dalam mengatasi kendala-kendala non-teknis. "Karena itu, sangatlah penting bagi pihak terkait untuk menangani faktor non-teknis dengan lebih serius," tegasnya.
(wicak/)