Lawan Sisco, Citrix lahap Netscaler
- detikInet
Jakarta -
Citrix Systems mengakuisi Netscaler sebesar Rp 3,1 Triliun. Kini, Citrix berharap bisa melawan Cisco Systems dalam pasar 'Application Delivery Management'. Perusahaan software dunia yang terkenal dengan software Citrix Metaframe tersebut berhasil mengakuisisi Netscaler sebesar US$ 325 juta (Rp 3,1 triliun). Netscaler merupakan perusahaan infrastruktur internet yang didirikan pada tahun 1998. Dengan membeli Netscaler, Citrix berharap dapat memperbaiki kinerja layanannya. Citrix juga dapat berkompetisi dengan para pemain lokal di Silicon Valley seperti Cisco Systems dan Juniper Networks. Keduanya dianggap sebagai kompetitor oleh Citrix karena memasuki pasar yang sama, pasar piranti 'Application Delivery Management'. "Akuisisi ini akan mempercepat kinerja tiap platform layanan kami," kata Mark Templeton, Chief Executive Citrix seperti dilansir dari siliconvalley.com oleh detikinet Senin (6/6/2005).Citrix saat ini mempekerjakan 3000 karyawan di seluruh dunia, setelah menampung 200 karyawan Netscaler. Jumlah karyawan terbanyak Citrix berdomisili di Florida sebanyak 1000 karyawan dan di Silicon Valley 200 karyawan. Persaingan MemanasPersaingan antara Citrix - Cisco - Juniper mulai memanas sejak akhir April lalu ketika Juniper Networks membeli Peribit Networks di Santa Clara sebesar US$ 337 juta dan Redline Networks di Campbell sebesar US$ 132 juta. Perihal tersebut dipicu gebrakan terdahulu Cisco Systems yang mengakuisi Arrowpoint sebesar US$5,7 miliar pada tahun 2000. Arrowpoint yang menawarkan piranti `load-balancing technology', piranti yang mengatur lalu lintas data ke server, serupa dengan area layanan yang disediakan Netscaler. Hanya saja teknologi tersebut sudah dianggap kuno.Cisco menyadari perlunya mengadopsi teknologi yang meningkatkan kinerja aplikasi online. "Mereka sudah kehilangan banyak dan kalah dalam persaingan mendapatkan Netscaler, F5 dan Redline," kata Joe Skorupa, Analis Gartner. Karena itu, Cisco mengakuisisi FineGrounds Network sebesar US$ 70 juta minggu lalu. Teknologi yang dimiliki FineGround hampir mirip dengan teknologi kompresi data Netscaler. Transaksi tersebut diharapkan selesai akhir bulan depan.
(andri/)