Rabu, 15 Nov 2017 17:17 WIB

Era Digital Ubah Cara Wisatawan Lakukan Perjalanan

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Menteri Pariwisata Arief Yahya Menteri Pariwisata Arief Yahya
Jakarta - Dengan dukungan teknologi broadband, berbagai sektor industri dapat berkembang lebih baik lagi, termasuk pariwisata yang ditargetkan menjadi andalan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Era digital telah mengubah cara wisatawan yang akan melakukan perjalanan, mulai dari mencari dan melihat informasi (look), memesan paket wisata yang diminati (book) hingga membayar secara online (pay).

Gaya hidup masyarakat yang bergerak cepat dan bersentuhan langsung dengan internet, menyebabkan model promosi digital kini sangat relevan diaplikasikan demi menumbuhkan citra yang baik.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan sejumlah data menarik perbandingan jumlah kunjungan wisman di Singapura, Malaysia, Thailand, dan Indonesia Januari sampai Agustus 2017.

"Bahkan capaian Januari-Agustus 2017 ini data terbaru naik 25,68%," jelasnya dalam seminar Go Digital Wonderful Indonesia yang digelar Selular Network di Jakarta.

Bila dibandingkan dengan pertumbuhan regional ASEAN 7%, maka Indonesia naik 3,5 kali lipat dari rata-rata Asia Tenggara. Arief juga membandingkan dengan pertumbuhan wisatawan dunia yang bertumbuh 6,4%.

"Kita naik empat kali lipat dari rata-rata dunia," lanjut pria yang akrab disapa AY ini dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (15/11/2017).

Kementerian Pariwisata sendiri mencatat kunjungan wisman ke Singapura dalam empat bulan pertama 2017 mencapai 5,79 juta orang. Jumlah itu hanya naik 4,4%secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, tren kunjungan wisman ke Malaysia malah lebih parah pada Juni 2017, kunjungan wisman ke Negeri Jiran justru turun 0,5% secara year on year(yoy).

Kemudian menurut Arief data menunjukkan kunjungan wisman ke Negeri Gajah Putih pada empat bulan pertama 2017 mencapai 12,02 juta. Angka itu hanya naik 2,91% dibandingkan periode yang sama 2016 lalu. Saat itu, sebanyak 11,68 juta wisman pelesiran ke Thailand.

Melihat tren kunjungan wisman ke tiga negara besar itu, Arief menyebut Indonesia boleh menepuk dada. Pasalnya, tren kunjungan wisman ke Indonesia berhasil melampaui tiga negara tersebut.

Menurut Arief, keberhasilan Kementerian Pariwisata yang dipimpinnya merupakan kombinasi dari dedikasi, komitmen, strategi, dan teori pengembangan sektor pariwisata yang dijalankan.

"Dampaknya ke ekonomi juga makin terasa. Kami akan mengupayakan agar tren positif ini berlanjut sampai akhir tahun," tegas Arief.

Prospek cerah sektor pariwisata menjadi kesempatan bagi Indonesia dalam mengejar ketertinggalan dengan negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Singapura.

Presiden Joko Widodo telah menetapkan target pariwisata dalam lima tahun ke depan atau 2019 harus naik dua kali lipat.

Yakni, kontribusi PDB nasional 8%, perolehan devisa Rp 240 triliun, menciptakan lapangan kerja 13 juta orang, jumlah kunjungan wisman 20 juta dan pergerakan wisnus 275 juta, serta indeks daya saing pariwisata di ranking 30 dunia.

Laporan ITU tahun 2013, menyebutkan dekade mendatang teknologi broadband akan menjadi key driver dari layanan maupun aplikasi yang semakin banyak tersedia, semakin beragam dan relevan serta terjangkau oleh masyarakat.

Studi yang dilakukan oleh Bank Dunia pada 2009 menunjukkan negara-negara berkembang yang meningkatkan penetrasi broadband sebesar 10% mampu mempengaruhi PDB negara tersebut sebesar 1,21%.

Sementara itu, untuk menunjang ekosistem broadband yang dapat dimanfaatkan oleh industri pariwisata, Telkomsel telah membangun 152 ribu BTS dimana 103 ribu BTS merupakan BTS 3G/4G. selain itu, 753 BTS di antaranya adalah BTS di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal), dan Perbatasan.

Era Digital Ubah Cara Wisatawan Lakukan PerjalananFoto: Dirut Telkomsel Ririek Adriansyah


Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telkomsel mengatakan bahwa layanan 4G Telkomsel dapat dinikmati di 12 destinasi wisata yang diprioritaskan oleh pemerintah.

12 destinasi wisata itu adalah Candi Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Bromo-Tengger-Semeru (Jawa Timur), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Bunaken (Sulawesi Utara), Raja Ampat (Papua Barat).

"Di tempat-tempat wisata ini, pengguna Telkomsel tetap bisa berkomunikasi dan terhubung layanan data dengan baik, karena BTS kami sudah tersedia di 12 tempat pariwisata ini," kata Ririek. (rou/rou)
-

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed