Kamis, 02 Nov 2017 15:41 WIB

Registrasi SIM Card Bikin Bisnis Kartu Perdana Lesu?

Rachmatunnisa - detikInet
Foto: Hasan Alhabshy/detikcom Foto: Hasan Alhabshy/detikcom
Jakarta - Diberlakukannya registrasi SIM card prabayar diprediksi bakal menurunkan minat pelanggan membeli SIM card perdana. Apakah dengan demikian akan menghambat pertumbuhan pelanggan baru bagi operator?

Chief Executive Officer XL Axiata Dian Siswarini tak menampik adanya potensi penurunan jumlah pelanggan baru. Menurutnya, hal ini lumrah dialami setiap operator saat pertama kali menerapkan aturan registrasi SIM card.

"Di negara lain yang pengaplikasiannya sudah strict, memang di awal-awal tahun pertama itu akan terjadi penurunan akuisisi jumlah pelanggan. Mungkin satu atau dua tahun pertama. Tapi akan terjadi kestabilan setelah itu," sebut Dian saat Media Update Kinerja XL Q3 2017 di kantor XL Axiata, Rasuna Said, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

Hal ini dikarenakan perlu waktu sosialisasi kepada pelanggan maupun retail outlet bagaimana registrasi harus dilakukan. Selain itu, dari segi proses dan sistem registrasi juga menentukan keberhasilan jumlah pelanggan baru yang terdaftar.

Registrasi SIM Card Bikin Bisnis Kartu Perdana Lesu? Foto: Arum Tiyasworo/20detik


"Untuk Indonesia memang agak lebih spesifik karena kalau kita lihat behavior orang Indonesia untuk pakai buang sangat besar. Untuk keseluruhan industri ini sebanyak 30% yang pakai buang," ungkap Dian.

Mengantisipasi agar akuisisi jumlah pelanggan baru tidak terlalu banyak berkurang, XL gencar melakukan sosialisasi ke para pelanggannya mengenai kewajiban registrasi SIM card jauh sebelum aturan ini mulai diberlakukan.

"Komunikasi dengan pelanggan kita sudah jalan. Kita juga berikan encouragement kasih kuota gratis segala macam supaya mereka bisa registrasi segera. Dari sisi IT juga kita perkuat supaya submit-nya tinggi dan sebagainya," terangnya.

Selain itu, XL juga sudah memperketat penghitungan jumlah pelanggan. Dengan demikian, jumlah pelanggan yang diumumkannya, dapat dengan pede diklaim XL sebagai pelanggan 'bersih'.

"Sejak 2015, kita sudah 'bersih-bersih'. Cara kita menghitung jumlah pelanggan sudah sangat strict, udah gak hitung lagi pelanggan abal-abal yang tidak berkualitas. Tapi kemungkinan (jumlah pelanggan baru) turun itu ada," sebut Dian.

Chief Financial Officer Xl Axiata Moh. Adlan bin Ahmad Tadjudin menambahkan, XL memang belum bisa memperkirakan berapa persen penurunan akan terjadi, mengingat aturan registrasi SIM card ini baru berjalan.

"Kita lihat berdasarkan seberapa ketat penegakan aturan (registrasi SIM card). Kalau penegakannya kuat, industri bisa turun sampai 3% di tahun pertama. Tapi kalau implementasinya biasa-biasa saja dan ada kesempatan untuk itu, industrinya bisa tumbuh 4%," paparnya.

Registrasi SIM Card Bikin Bisnis Kartu Perdana Lesu? Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II


Update Registrasi SIM Card XL

Program registrasi SIM card prabayar resmi berjalan terhitung sejak tanggal 31 Oktober 2017. Data terakhir Kementerian Komunikasi dan Informatika (2/11/2017), selama dua hari berjalan, ada 30 juta pelanggan yang mendaftar. XL Axiata sendiri cukup gencar meminta para pelanggannya segera melakukan registrasi.

"Sejak 11 Oktober, pertama kali prepaid registrasion diumumkan pemerintah, kita sudah mulai melakukan sosialiasi pelanggan. Sejak itu sudah lebih dari 4 juta pelanggan XL mendaftar dan tentunya masih akan terus berkembang," kata General Manager Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih.

Total pelanggan XL Axiata sendiri saat ini adalah 52 juta orang. Dengan demikian, masih banyak pelanggan yang harus didorong XL untuk mendaftarkan identitas mereka.

Diakui Ayu, demikian dia akrab disapa, dibutuhkan sosialisasi lebih gencar ke pelanggan, untuk menghindari hoax beredar seputar registrasi SIM card.

"Seperti kemarin-kemarin itu kan, sebenarnya tidak perlu informasi nama ibu kandung, lalu hoax mengenai batas registrasi bukan 31 Oktober 2017, tapi itu mulai prosesnya jadi tidak usah panik. Batas registrasinya sendiri 28 Februari 2018," paparnya.

Berkaitan denga laporan sejumlah kegagalan proses registrasi, dikatakan Ayu ada banyak faktor penyebabnya, dan XL berupaya mendorong pelanggan yang belum berhasil melakukan registrasi agar tetap mencoba.

"Faktornya antara lain salah input formatnya karena operator beda-beda format, nomor NIK-nya ada salah input, atau KTP-nya belum elektronik. Tapi itu bukan jadi hambatan sebenarnya karena bisa terus dicoba," terangnya.

Ditambahkannya, selain melakukan penghitungan sendiri, proses registrasi SIM card ini dipantau langsung pemerintah per operator, sehingga bisa diketahui berapa yang berhasil registrasi dan berapa banyak terjadi kegagalan. (rns/fyk)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed