'Daripada Bunuh 2G, Mending Matikan 3G'
Hide Ads

'Daripada Bunuh 2G, Mending Matikan 3G'

Josina - detikInet
Rabu, 18 Okt 2017 03:25 WIB
Foto: BBC Magazine
Jakarta - Nokia berpendapat, Indonesia sebaiknya lebih memilih untuk mengorbankan 3G ketimbang harus mematikan layanan 2G yang penggunanya masih sangat banyak.

Apalagi, menurut Presiden Direktur Nokia Indonesia Robert Cattanach, layanan 2G masih dibutuhkan dan bisa diandalkan hingga pelosok negeri karena jaringannya yang luas.

"Dari pengalaman saya dan melihat demografi di Indonesia, jaringan 2G akan bertahan lebih lama daripada 3G," kata Robert dalam media briefing Nokia di Jakarta, Selasa (17/10/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia pun menilai, jika pemerintah dan operator seluler harus memilih, lebih baik 3G saja yang dihentikan layanannya ketimbang 2G. Pasalnya, untuk layanan data internet, operator sudah membangun 4G yang kualitasnya jauh lebih bagus.

"Daripada kita memakai 3G dan 4G dengan memiliki fungsi yang sama, lebih baik hentikan yang kurang bagus." pungkas Robert.

Seperti diketahui, para operator seluler seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Hutchison 3 Indonesia, dan Smartfren, dalam beberapa tahun terakhir ini sangat gencar membangun akses 4G.

Pemerintah pun saat ini tengah membuka lelang tambahan spektrum frekuensi yang bisa dimanfaatkan untuk amunisi pita broadband seluler 4G di 2,3 GHz dan 2,1 GHz. Sejauh ini baru Telkomsel yang diumumkan sebagai pemenang tender di 2,3 GHz. (jsn/rou)