Rabu, 11 Okt 2017 21:13 WIB

Smartfren Intip Peluang Tambah Amunisi Frekuensi

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Ilustrasi (Foto: Rachman Haryanto/detikcom) Ilustrasi (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - Segera digelarnya lelang frekuensi di spektrum 2,1 GHz dan 2,3 GHz ikut disambut antusias oleh Smartfren. Masalah nantinya bakal menang atau kalah, itu perkara belakangan bagi sang operator.

Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren Munir Syahda Prabowo mengatakan, pada prinsipnya frekuensi itu merupakan sumber daya yang paling utama bagi operator. Jadi begitu ada peluang lelang, harus diusahakan semaksimal mungkin untuk menang.

"Maka apapun kondisinya, Smartfren sebagai operator melihat kondisi itu. Sehingga bagaimanapun caranya kami akan ikut dalam lelang," ujar Munir kepada detikINET di Anyer, Banten, Rabu (11/10/2017).

Masalah kalah atau menang, Munir menyebut hal itu tidak jadi persoalan. Karena Smartfren sendiri pada akhirnya akan berusaha memberikan upaya terbaik.

"Apakah nanti menang atau kalah ini namanya juga tender. Tapi harapan kami ya kami bisa menang. Karena kami pada dasarnya menginginkan frekuensi yang sebagaimana menjadi hal pokok operator," tuturnya.

Kalaupun menang, lanjut Munir, tentu ada banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari menambah kapasitas, bisnis, termasuk bisa menyerap jumlah pelanggan baru.

Meski sampai saat ini alokasi frekuensi yang dimiliki Smartfren masih sanggup menampung jumlah pelanggan, tidak serta merta membuat Smartfren merasa berkecukupan.

"Sampai hari ini kami tidak bisa bilang kekurangan atau tidak. Yang jelas untuk hari ini kami sudah bisa menggunakan itu untuk melayani pelanggan dan mengambil pangsa pasar yang ada di LTE," ucapnya.

"Tapi persoalannya adalah bukan masalah cukup atau tidak hari ini. Tapi ini kan juga untuk masa depan. Sehingga kami harus berhitung untuk ke depannya mau kami berkembang bagaimana," tambahnya

Smartfren sendiri saat ini menggelar jaringan 4G LTE di frekuensi 2.300 MHz dan 850 MHz. Meski begitu, minatnya terhadap lelang tidak terbatas di frekuensi 2.300 MHz.

Jika memang nanti frekuensi 2.100 MHz juga dibuka untuk umum, maka pihaknya siap kembali mengikuti lelang. "Menunggu pemerintah. Kalau memang nanti kesempatan itu dibuka, apapun yang namanya lelang frekuensi kami akan coba tetap akan ikut," pungkasnya.

Seperti diketahui, Menkominfo telah menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2017 tentang Tata Cara Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.1 GHz dan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz Tahun 2017 Untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan, seleksi penghuni blok kosong di dua frekuensi tersebut ditujukkan untuk keperluan penyelenggaraan jaringan bergerak seluler. (rns/rou)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed